Ribuan Paket Sembako Ludes Diserbu Warga, Harga Lebih Terjangkau, DPC PDIP Gelar Gerakan Pangan Murah 

Gerakan Pangan Murah
RELA ANTRE: Gerakan Pangan Murah yang digelar DPC PDIP Kabupaten Cirebon berkerja sama dengan DKPP diserbu masyarakat Desa Bakung Kidul Kecamatan Jamblang, Senin (27/7). FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) tidak stabil. Perlahan merangkak naik. Kondisi ini membuat masyarakat semakin berhitung saat berbelanja.

Telur, beras, minyak goreng, daging hingga tepung terigu menjadi komoditas paling dirasakan dampaknya oleh warga. Bagi sebagian masyarakat, selisih harga cukup berarti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, DPC PDIP Kabupaten Cirebon menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Bakung Kidul Kecamatan Jamblang, kemarin.

Baca Juga:SMP Negeri Jadi Miniatur Negara, Segera Helat Pemilihan Ketua OSIS Serentak Penambahan Anggaran Jamkesda Masih Dikaji 

Ratusan warga rela antre mendapat sembako. Betapa tidak, harga yang dijual lebih terjangkau.

Perlu diketahui, GPM ini merupakan kerja sama DPC PDIP dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP).

Tidak hanya itu, kegiatan itu juga melibatkan Wanoja atau PPAR (Perempuan Penggerak Akar Rumput) Perjuangan Kabupaten Cirebon.

Sebanyak 4.500 paket sembako disiapkan dalam kegiatan GMP pun ludes dalam hitungan jam.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Rudiana SE MAP mengatakan, GPM ini sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok. Pun menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

“Kegiatan pasar murah di Kecamatan Jamblang, khususnya di Desa Bakung Kidul,” ujar Rudiana kepada Radar Cirebon.

Menurutnya, kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi. Mulai dari beras, telur, tepung terigu, daging hingga minyak goreng. Selisih harganya pun cukup signifikan.

Baca Juga:Antrean Panjang, Evaluasi Pengaturan APILLBalaikota Mulai Lengang, ASN Bersiap Bekerja di GCM, Meja Kursi Diangkut, Pekan Depan Kantor Aktif 

Contohnya, harga telur di pasaran saat ini berkisar Rp25 ribu hingga Rp26 ribu/kilogram (kg) per kilogram. Namun, dalam pasar murah tersebut dijual hanya Rp20 ribu/kg.

“Selisihnya kita subsidi agar masyarakat bisa membeli dengan harga yang lebih murah,” terangnya.

Tak hanya telur, beras juga menjadi komoditas yang paling diburu masyarakat. Beras SPHP yang di pasaran dijual sekitar Rp60 ribu per kemasan, dijual seharga Rp53 ribu.

Sementara beras premium kemasan lima kilogram hanya dibanderol Rp55 ribu atau sekitar Rp11 ribu/kg.

“Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar yang mencapai sekitar Rp16 ribu per kilogram,” katanya.

Pria yang akrab disapa Rudi itu menjelaskan, sebagian paket sembako yang dijual berasal dari kerja sama dengan Bulog.

0 Komentar