SMAN 8 Diproyeksikan Jadi Kawasan Sekolah Terintegrasi Kementerian

SMAN 8 Cirebon
POTENSI SISWA: SMAN 8 Cirebon diproyeksikan menjadi bagian dari kawasan Sekolah Terintegrasi di bawah naungan kementerian. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – SMAN 8 Cirebon diproyeksikan menjadi kawasan Sekolah Terintegrasi di bawah naungan kementerian. Sekolah yang berada di wilayah selatan Kota Cirebon itu menjadi salah satu lokasi yang diusulkan dalam program pengembangan pendidikan terpadu pemerintah pusat.

Kepala SMAN 8 Cirebon, Emay SPd MPd mengatakan informasi awal mengenai program tersebut diterima melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan, kemudian dilanjutkan dengan proses verifikasi oleh tim kementerian.

“Setelah melihat kondisi di Kota Cirebon, baik dari sisi jumlah siswa, kondisi perekonomian orang tua, maupun letak sekolah yang berdekatan, akhirnya dipilih SMAN 8 Cirebon,” ujar Emay saat ditemui di sekolahnya.

Baca Juga:DPRD Ultimatum PT Indowooyang, Dua Pekan Harus Bereskan Administrasi KetenagakerjaanRibuan Paket Sembako Ludes Diserbu Warga, Harga Lebih Terjangkau, DPC PDIP Gelar Gerakan Pangan Murah 

Menurutnya, salah satu syarat utama penetapan kawasan Sekolah Terintegrasi adalah mayoritas peserta didik berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan desil 1 hingga 3. Program tersebut diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.

Ia menjelaskan, kondisi sosial ekonomi peserta didik di SMAN 8 Cirebon dinilai sesuai dengan kriteria tersebut. Sebagian besar orang tua siswa berada pada kelompok desil 1 hingga 3, meski terdapat pula yang berasal dari desil 4 dan 5.

Pengembangan dilakukan dengan memanfaatkan sekolah yang telah ada, bukan membangun kawasan baru. Dalam rencana tersebut, tiga jenjang pendidikan akan diintegrasikan dalam satu kawasan, yakni SD Negeri Tirtawinaya, SMP Negeri 3 Cirebon, dan SMAN 8 Cirebon.

Emay mengatakan sistem pengelolaan nantinya juga akan berubah. Kawasan Sekolah Terintegrasi akan dipimpin seorang direktur yang membawahi tiga kepala sekolah, sedangkan pengelolaannya berada langsung di bawah kementerian.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, anggaran pembangunan kawasan Sekolah Terintegrasi dari nol berkisar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar. Sementara untuk kawasan yang memanfaatkan sekolah eksisting, seperti di SMAN 8 Cirebon, anggaran akan difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana, penambahan fasilitas, serta perluasan lahan.

Selain peningkatan infrastruktur, seluruh ruang kelas akan dilengkapi perangkat pembelajaran digital berupa smart TV. Siswa juga direncanakan memperoleh pembelajaran empat bahasa asing, yakni Bahasa Inggris, Jepang, Mandarin, dan Prancis.

Fasilitas penunjang, seperti aula, ruang rapat, lapangan sepak bola, dan lapangan voli, akan digunakan secara bersama oleh ketiga sekolah. Program pembinaan juga akan diarahkan pada pengembangan potensi siswa di bidang olahraga dan seni, seperti futsal, karate, dan kesenian.

0 Komentar