RADARCIREBON.ID – Mesin investasi di Kabupaten Cirebon masih terus berputar. Memasuki Semester I Tahun 2026, realisasi investasi sudah mencapai Rp3,23 triliun.
Angka itu setara 76,02 persen dari target Pemprov Jabar sebesar Rp4,25 triliun. Artinya, kurang Rp1,02 triliun lagi untuk memenuhi target investasi tahun 2026 di semester kedua.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Cirebon, Siti Komariyah SKep Ners MAP mengatakan, capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Kabupaten Cirebon masih cukup kompetitif dan mampu menarik minat pelaku usaha dari berbagai sektor.
Baca Juga:Gerakan Cegah Anemia Dimulai dari Ruang Kelas, Lima Siswi SMAN 5 Jadi Duta Rem CIENTAAneh! Wawali Baru Tahu, Baru Mengetahui Nama Dewas dan Direksi saat Pelantikan
“Realisasi investasi Semester I tahun 2026 mencapai Rp3.230.817.716.614 atau 76,02 persen dari target Provinsi Jawa Barat sebesar Rp4,25 triliun,” ujar Oom, sapaan akrabnya kepada Radar Cirebon.
Menurutnya, sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran masih menjadi penyumbang investasi terbesar. Nilainya mencapai Rp734,59 miliar, atau hampir seperempat dari total investasi yang masuk ke Kabupaten Cirebon.
“Di posisi kedua, sektor Industri Logam, Mesin, dan Elektronika menyumbang investasi sebesar Rp484,57 miliar. Disusul Industri Makanan dengan nilai investasi Rp435,49 miliar,” terangnya.
Sementara, pada sektor Perdagangan dan Reparasi berada di urutan keempat dengan investasi mencapai Rp341,42 miliar. Sedangkan posisi kelima ditempati Industri Barang dari Kulit dan Alas Kaki sebesar Rp236,03 miliar.
“Kelima sektor itu menjadi tulang punggung investasi Kabupaten Cirebon selama satu semester ini,” paparnya.
Kata Oom, selain lima sektor utama tersebut, sejumlah sektor lain juga memberikan kontribusi cukup signifikan.
Di antaranya Industri Tekstil sebesar Rp196,28 miliar, Industri Karet dan Plastik sebesar Rp150,68 miliar, Hotel dan Restoran sebesar Rp130 miliar, serta Jasa Lainnya yang mencapai Rp115,63 miliar.
Baca Juga:Target Perubahan Arus Lalu Lintas Sukalila SeptemberDari Pelatihan yang Digelar Program Studi D-III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Kampus Cirebon
“Kemudian Industri Kayu menyumbang Rp87,41 miliar, Industri Lainnya sebesar Rp80,49 miliar, dan sektor Konstruksi mencapai Rp63,75 miliar,” paparnya.
Sementara beberapa sektor lainnya masih mencatatkan nilai investasi yang relatif kecil. Seperti Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi sebesar Rp34,88 miliar, Industri Kertas dan Percetakan Rp24,94 miliar, Industri Kimia dan Farmasi Rp10,08 miliar, serta Listrik, Gas, dan Air sebesar Rp6,83 miliar.
