“Tujuannya memberi ruang kepada generasi muda untuk melatih komunikasi publik dan memberikan gagasan konstruktif terkait isu kebangsaan. Kritis boleh, tetapi kritik tetap harus disampaikan secara sopan dan santun,” kata Reni yang juga anggota DPRD Kabupaten Kuningan.
Dalam proses penilaian, peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kesesuaian materi dengan tema, kemampuan menyampaikan gagasan, komunikasi, hingga ketepatan waktu.
Video pidato peserta juga dipublikasikan melalui media sosial. Respons masyarakat, seperti jumlah penonton, komentar, tanda suka, dan bagikan, menjadi salah satu unsur tambahan dalam penilaian.
Baca Juga:Astry Cup 2026, Ruang Pembinaan Atlet Muda Kecamatan Cibingbin, Aris Boby Dorong Turnamen Voli BerkelanjutanAPBDes Terbatas, Toto Suharto Kawal Aspirasi Warga Widarasari Masuk Anggaran Provinsi Jabar
Reni mengapresiasi para peserta serta guru dan pembimbing yang telah mendorong para siswa untuk berpartisipasi. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pintu awal bagi pelajar untuk mengenal partisipasi publik dan politik secara positif.
Hal serupa disampaikan guru pembimbing dari salah satu SMA di Kecamatan Darma, Maman Suparman dan Lina Mariana. Keduanya menilai lomba pidato dapat menjadi sarana untuk menggali kemampuan siswa di luar bidang akademik.
Menurut mereka, kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu keterampilan hidup yang akan bermanfaat ketika siswa melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Para peserta yang tampil juga dinilai memiliki potensi besar. Materi yang disampaikan tidak hanya berupa rangkaian kalimat, tetapi turut memuat pesan dan gagasan yang berkaitan dengan kehidupan generasi muda.
Salah seorang peserta, Elisa, mengaku sempat merasa ragu ketika harus berbicara di depan banyak orang. Namun, kesempatan mengikuti lomba membuat dirinya lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan.
Peserta lainnya, Dhea, mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam mengasah kemampuan berpikir kritis. Ia belajar mengidentifikasi persoalan yang dihadapi generasi muda sekaligus merumuskan solusi yang dianggap relevan.
Lomba Pidato AHY Muda 2026 di Kuningan pun menjadi salah satu ruang bagi pelajar untuk mulai mengenal partisipasi publik sejak bangku sekolah. Keberanian berbicara, kemampuan berpikir kritis, dan gagasan konstruktif diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk ikut mengambil peran dalam perubahan.
Baca Juga:350 Peserta Padati Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Pabuaran, Semangat Kemerdekaan MenggemaPerkuat Tata Kelola Data Desa Lewat Program Desa Cantik 2026
Para peserta kini menunggu hasil penilaian untuk mengetahui siapa yang akan melaju ke tahapan berikutnya. Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi, DPC Partai Demokrat Kabupaten Kuningan juga menyerahkan sertifikat kepada seluruh peserta yang mengikuti lomba.
