Juara I Duta Lingkungan Jawa Barat 2026, Reza Saputra Bawa Inovasi Daur Ulang Limbah ke Tingkat Nasional

Ist 
DUTA LINGKUNGAN: Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar menerima kunjungan Reza Saputra, Juara I Duta Lingkungan Jawa Barat 2026, di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026). 
0 Komentar

Selain jelantah, Reza juga mengembangkan ekoenzim, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesuburan tanaman dan pemanfaatan limbah organik.

Bupati Dian menilai berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan, khususnya sampah, membutuhkan pendekatan kreatif dan inovatif. Karena itu, generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengembangkan gagasan serta berkontribusi secara langsung dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.

“Dari Desa Babatan, dari Kecamatan Kadugede, akan muncul inovasi baru. Terima kasih, saya tunggu inovasi yang lain dari pemuda-pemuda yang lain,” ungkapnya.

Baca Juga:Baznas RI Perkuat Tata Kelola ZakatDana Desa Dipangkas untuk KDMP, Aspirasi Pembangunan Desa Tersendat

Reza mengatakan, ketertarikannya pada persoalan lingkungan muncul setelah melihat volume sampah yang terus bertambah. Ia kemudian mencoba mencari solusi secara mandiri.

Berbagai gagasan pengelolaan limbah dipelajarinya secara otodidak dengan melihat persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Saya melihat dari berbagai kalangan untuk pengelolaan sampah, di mana sampah itu akan terus menumpuk. Saya menemukan inovasi itu secara otodidak,” ujar Reza.

Ke depan, Reza tidak hanya ingin berkutat pada pengolahan limbah. Ia juga berencana memperkuat advokasi lingkungan untuk mendorong masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sampah.

Ia berharap inovasi tersebut dapat berkembang menjadi bagian dari ekonomi sirkular sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Setelah menyabet gelar Juara I Duta Lingkungan Jawa Barat 2026, Reza kini menghadapi tantangan berikutnya di tingkat nasional.

Prestasinya menjadi kebanggaan tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga Desa Babatan, Kecamatan Kadugede, dan Kabupaten Kuningan.

Baca Juga:RTRW 2026-2046 Disiapkan, Kuningan Pacu Ekonomi Berbasis Pertanian dan Pariwisata Berwawasan LingkunganSejumlah Desa di Pelosok Kuningan Mulai Krisis Air Bersih

Sang ibunda mengaku bangga atas pencapaian putranya dan akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan positif yang dilakukan Reza.

“Bangga banget saya. Saya mendukung saja kegiatan yang menurut saya baik. Saya selalu mendukung dan mensupport anak saya,” tuturnya.

Kisah Reza menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh dari desa. Dengan kreativitas dan kemauan belajar, persoalan sampah dapat menjadi pintu lahirnya inovasi.

Dari Babatan untuk Jawa Barat, dari Kuningan menuju panggung nasional. Reza kini membawa misi yang lebih besar: membuktikan bahwa anak muda desa juga mampu menciptakan gagasan untuk masa depan lingkungan yang lebih baik. (ags)

0 Komentar