Imara hadir bersama jajaran pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta sejumlah perwira dan personel Polresta Cirebon. Kedatangannya untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Menurut Imara, KH Hasanuddin Kriyani merupakan sosok yang patut menjadi teladan bagi umat. Kiprahnya dalam kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan meninggalkan kesan bagi orang-orang yang mengenalnya. “Beliau merupakan sosok yang menjadi teladan dalam kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan. Semoga keteladanan dan kebaikan beliau dapat terus dikenang dan menjadi amal jariyah,” ujar Imara.
Ia mengatakan, kepergian KH Hasanuddin Kriyani menjadi duka bagi keluarga besar, para santri, serta masyarakat yang selama ini mengenal almarhum. Imara pun mendoakan agar seluruh amal ibadah, kebaikan, dan pengabdian almarhum diterima Allah SWT serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. “Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta keikhlasan,” katanya.
Baca Juga:Pahitnya PHK Bank Cirebon, Hikmat Menyambung Hidup dari Kebun dan Kolam IkanDisnaker Beberkan Skema Pembayaran Pesangon dan Hak Karyawan Bank Cirebon
Seperti diketahui, KH Hasanuddin Kriyani wafat di usia 81 tahun saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Kepergian tokoh yang akrab disapa Abah Hasan itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Buntet Pesantren. Betapa tidak, belum lama Abah Hasan dikukuhkan menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren, melanjutkan estafet kepemimpinan dari almarhum KH Adib Rofiuddin Izza.
Jabatan itu menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam keberlangsungan tradisi keilmuan dan kepesantrenan Buntet. “Pondok Buntet Pesantren berduka cita atas wafatnya KH Hasanuddin Kriyani. Mohon ziyadah doa untuk almarhum Almaghfurlah KH Hasanuddin Kriyani,” demikian pesan pengumuman melalui saluran Buntet Pesantren.
Putra Almarhum, M Asyrof Abdik Shub Int mengatakan, sepanjang hidupnya, Abah Hasan dikenal sebagai ulama yang mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk dakwah dan pendidikan Islam. Ia pun pernah mengemban sejumlah amanah penting. Di antaranya sebagai kepala madrasah di lingkungan Pondok Buntet Pesantren serta Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon. (*)
