Bina 180 Petani, Kirim Perdana 2 Ton Tepung Jagung ke Cirebon

Bina 180 Petani, Kirim Perdana 2 Ton Tepung Jagung ke Cirebon
PT Terra Corn Jaya Abadi mulai memasuki pasar industri tepung jagung dengan mengirim perdana 2 ton produk hasil olahan jagung petani Majalengka ke perusahaan di Cirebon.
0 Komentar

Meski kapasitas produksi masih terbatas, kualitas tepung telah melalui pengujian laboratorium di perusahaan pembeli di Cirebon dan dinyatakan memenuhi standar grade A sesuai kebutuhan mereka.

Saat ini, kapasitas produksi mencapai sekitar 1 ton tepung jagung per hari. Perusahaan menargetkan kapasitas tersebut meningkat setelah dilakukan pengembangan dan penambahan mesin, dengan target produksi hingga 3 ton per jam.

Tepung jagung produksi Terra Corn dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk makanan, seperti roti, bolu, saus, keripik, bakwan jagung, hingga makanan ringan.

Baca Juga:Tim Pengabdi UMC Gelar Workshop E-Modul PjBL Bermuatan ESD di SMPN 2 SumberProgram TJSL, BRI Kanca Jatibarang Salurkan 10 Mesin Pompa Air Tenaga Gas

Produksi tepung jagung mulai dikembangkan sejak awal 2026. Sebelumnya, selama sekitar 1,5 tahun perusahaan fokus mengolah jagung menjadi pipilan sebelum mengembangkan produk turunan untuk memenuhi kebutuhan industri makanan.

“Momennya tepat karena di Majalengka banyak perusahaan yang membutuhkan bahan baku tepung jagung,” kata Deri.

Di balik pengembangan industri tepung jagung tersebut, terdapat sekitar 180 petani Majalengka yang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan. Mereka tergabung dalam tiga gabungan kelompok tani (gapoktan).

PT Terra Corn Jaya Abadi juga memiliki jaringan lahan sekitar 800 hektare dan menargetkan perluasan hingga 10 ribu hektare.

Petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku. Perusahaan turut melakukan pembinaan, termasuk menyediakan bibit yang disesuaikan dengan kebutuhan produksi.

Lukitasari mengatakan pola kemitraan tersebut diterapkan untuk menjaga ketersediaan dan kualitas bahan baku.

“Kalau tidak dibina, kami tidak bisa mendapatkan 100 persen kebutuhan bahan baku. Karena itu, petani dan perusahaan saling membutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:Residivis Pembobol Pabrik Berhasil Diringkus Satreskrim Polres MajalengkaUpacara HUT RI di Tengah Kepungan Asap TPSA Ciniru

Melalui industri pengolahan tersebut, perusahaan berharap petani memperoleh kepastian pasar sekaligus nilai ekonomi yang lebih baik dari hasil panen.

“Harapannya, petani-petani Majalengka semakin sejahtera dan tidak lagi bergantung kepada tengkulak,” kata Lukitasari.

Untuk sementara, kebutuhan bahan baku diprioritaskan dari petani Majalengka. Namun, apabila kebutuhan produksi meningkat dan pasokan lokal belum mencukupi, perusahaan membuka kemungkinan mendatangkan jagung dari daerah lain. (bae)

0 Komentar