Dirut PDAM “Impor” Sudah Lama Beredar, Komisi II: Berarti Benar Temannya Wali Kota Itu Ya?

dirut pdam
MASUK CIREBON: Andri Satria, Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang ditetapkan Wali Kota Cirebon Effendi Edo sebagai Dirut Perumda Air Minum Tirta Giri Nata. Foto: ISTIMEWA
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Wali Kota Cirebon Effendi Edo menunjuk Andri Satria sebagai Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Tirta Giri Nata. Sosok Andri sendiri sudah lama jadi obrolan, termasuk oleh para anggota DPRD Kota Cirebon. Jabatan sebelumnya adalah Direktur Teknik PDAM Kota Padang.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Mohamad Noupel SH pun menyoroti posisi penting di perusahaan daerah itu dari eksternal PDAM, sementara kandidat dari internal justru ditempatkan sebagai Direktur Umum (Agung Astija).

“Kaget juga saya. Tahunya dari media kalau Dirut PDAM dari eksternal. Berarti kabar Dirut PDAM dari eksternal itu temannya Wali Kota, benar yang itu (Andri Satria)?” kata Noupel kepada Radar Cirebon, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga:Kemenhub Perketat Pengawasan PelayaranNakes Juga Harus Dapat Perlakuan yang Sama

Menurut Noupel, isu mengenai calon Dirut PDAM dari eksternal sekaligus sosok yang disebut-sebut dekat dengan Wali Kota memang sudah terdengar sebelumnya. Selain mempertanyakan proses penunjukan Dirut, Noupel juga menyoroti posisi Agus Salim yang selama ini menjabat sebagai Plt Dirut PDAM sekaligus Direktur Umum.

Menurutnya, setelah masa tugas sebagai Plt Dirut berakhir, semestinya Agus Salim kembali menjalankan tugasnya sebagai Direktur Umum. Namun, dengan diumumkannya Agung Astija sebagai Direktur Umum, posisi Agus Salim kini menjadi tanda tanya. “Kalau Agung Astija sebagai Direktur Umum, lalu Pak Agus Salim ke mana?” ujar Noupel.

Noupel pun berharap jajaran direksi baru PDAM Tirta Giri Nata mampu membawa perubahan terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat. Terutama persoalan suplai air yang selama ini masih dikeluhkan sebagian pelanggan. “Dengan direksi baru harus bisa bagaimana caranya agar konsumen tidak mengeluhkan kembali soal suplai air,” harapnya.

Selain pembenahan pelayanan, Noupel mendorong PDAM melakukan terobosan bisnis agar tidak hanya mengandalkan penjualan air dari sumber mata air Gunung Ciremai kepada konsumen. Menurutnya, PDAM perlu mengembangkan lini bisnis baru, salah satunya dengan membangun usaha air minum dalam kemasan (AMDK).

“PDAM harus punya inovasi. Jangan hanya bisnis air dari sumber mata air Gunung Ciremai langsung ke konsumen, tetapi bagaimana membangun bisnis air minum kemasan. PDAM harusnya mampu ke sana,” tandasnya.

0 Komentar