Ia menambahkan, dalam proses seleksi akhir terdapat peserta yang berasal dari Padang. Tapi, ia menegaskan bahwa proses penentuan calon Dirut Perumda Air Minum Tirta Giri Nata ini dilakukan berdasarkan hasil seleksi dan kompetensi, bukan karena hubungan pribadi.Sementara itu, usai dilantik menjadi Dirut PDAM Tirta Giri Nata, Andri Satria mengatakan saat ini jumlah pelanggan aktif tercatat sekitar 57.000 dengan estimasi warga yang telah terlayani mencapai 150.000 hingga 160.000 jiwa. Kendati demikian, kata Andri, masih ada sekitar 40 hingga 50 persen warga Kota Cirebon yang belum mendapatkan layanan air bersih.
Manajemen, kata Andri, telah mengidentifikasi tiga persoalan krusial yang menjadi hambatan utama dalam pelayanan air bersih di Kota Cirebon. Yakni, meliputi angka kebocoran air masih berada di kisaran 30% yang harus segera ditekan untuk efisiensi, cakupan wilayah atau jumlah masyarakat yang terlayani saat ini masih tergolong kecil, serta masih banyak daerah di Kota Cirebon yang belum menikmati layanan air bersih secara penuh selama 24 jam.
Guna menjawab tantangan tersebut secara bertahap, menurut Andri, pihak manajemen telah menyiapkan beberapa langkah taktis terdekat. Yakni, konsolidasi internal dalam satu bulan ke depan dan pemetaan ulang atau re-mapping terhadap permasalahan utama untuk memastikan seluruh data terhimpun dengan baik.
Baca Juga:Tri Sukses Haji: Mabrur, Ekonomi, PeradabanGerakan Zakat Didorong Makin Berdampak
Kemudian, penyusunan RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) dalam tiga sampai empat bulan ke depan, memanfaatkan periode pembuatan RKAP sebagai landasan dan tolak ukur perencanaan program kerja tahun depan. Selain itu, optimalisasi selisih air dengan mengurangi persentase kehilangan air (sekitar 30%) agar selisih air yang didapat bisa dialihkan untuk memperluas jaringan pelayanan kepada masyarakat yang belum terlayani.Dengan langkah terstruktur itu, Perumda Air Tirta Giri Nata berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan ketersediaan air bersih dan mewujudkan layanan 24 jam bagi seluruh warga Kota Cirebon dalam 5 tahun mendatang.
Masih pada momen pelantikan itu, Direktur Umum Agung Astija juga mengakui ke depan masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan oleh jajaran direksi baru. Menurut Agung, saat ini masih sekitar 40 hingga 50 persen masyarakat Kota Cirebon yang belum mendapatkan pelayanan air bersih.
