RADARCIREBON.ID- JAKARTA- Produksi Gula Kristal Putih (GKP) nasional pada 2026 diperkirakan mencapai 3,02 juta ton, meningkat sekitar 350 ribu ton atau 13,1 persen dibandingkan 2025. Kenaikan produksi tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya luas areal tebu, meningkatnya produksi tebu, serta membaiknya rendemen, memperkuat fondasi Indonesia menuju swasembada gula konsumsi.
Berdasarkan Taksasi Tengah Giling Tahun 2026, produksi GKP nasional diperkirakan mencapai 3.018.459 ton, naik dari 2.668.075 ton pada 2025. Pada periode yang sama, luas areal tebu meningkat dari 563.357 hektare menjadi 585.390 hektare, sedangkan produksi tebu naik dari 39.069.968 ton menjadi 40.195.133 ton.
Perbaikan juga terlihat pada rendemen tebu. Taksasi Tengah Giling 2026 mencatat rendemen mencapai 7,51 persen, lebih tinggi dibandingkan 6,83 persen pada 2025. Peningkatan rendemen menjadi faktor penting karena menunjukkan semakin optimalnya gula yang dapat dihasilkan dari bahan baku tebu.
Baca Juga:RUU Perampasan Aset Jadi Ujian DPR, Dasco Cs Berani Mundur JikaTak Rampung pada 15 DesemberEvaluasi Haji 2026, Menhaj: Jangan Mainkan Data Jamaah
Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan produksi gula harus dibangun secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Pemerintah tidak hanya mengejar tambahan produksi, tetapi juga memastikan peningkatan produktivitas memberikan keuntungan yang lebih baik kepada pekebun.
“Kami melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pola tanam, sistem hilirisasi, hingga aspek pemasaran. Tujuannya sederhana, pekebun harus mendapatkan keuntungan,” kata Mentan Amran, dilansir dari rilis Kementan.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026, seiring perluasan dan optimalisasi lahan tebu. Angka Taksasi Tengah Giling 2026 yang kini mencapai 3,018 juta ton menunjukkan produksi bergerak pada kisaran target tersebut.
Sementara Plt Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, mengatakan peningkatan produksi tidak cukup ditempuh melalui penambahan luas areal. Produktivitas tanaman dan kualitas bahan baku harus ditingkatkan secara bersamaan.
“Target swasembada gula konsumsi tidak cukup hanya dengan menambah luas tanam. Yang kita dorong adalah peningkatan produktivitas dari hulu, mulai dari penggunaan benih unggul bersertifikat, perbaikan budidaya, bongkar ratoon, dukungan sarana produksi, hingga penguatan pendampingan kepada pekebun,” ujar Heru.
Produksi gula nasional pada 2026 ditopang 58 pabrik gula, terdiri atas 39 pabrik gula BUMN dan 19 pabrik gula swasta, dengan jumlah pekebun tebu sekitar 731.705 orang. Angka tersebut menunjukkan penguatan industri gula nasional tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gula, tetapi juga menyangkut keberlanjutan usaha ratusan ribu pekebun.
