RADARCIREBON.ID – Memasuki usia ke-105 tahun, Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Mengusung tema “Terus Melayani”, rumah sakit tertua di Kota Cirebon tersebut menghadirkan sejumlah inovasi layanan yang lebih cepat, modern, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Momentum HUT ke-105 yang diperingati Senin (31/8/2026) menjadi kesempatan bagi RSD Gunung Jati untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun strategi pengembangan layanan ke depan. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah Klinik Ginekologi Onkologi sebagai layanan unggulan di bidang penanganan kanker ginekologi.
Baca Juga:Usia Produktif Lebih Dominan, Temukan 144 Kasus Baru HIV, Dinas Kesehatan Perkuat Screening dan Pengobatan Jemput Masa Depan di Expo Pendidikan SMA Santa Maria 1 Cirebon, Hadirkan 25 Perguruan Tinggi Swasta Terkenal
Direktur RSD Gunung Jati Cirebon, dr Katibi, mengatakan pengembangan layanan dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi kesehatan.
“Memasuki usia ke-105 tahun, kami terus meneguhkan komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan lanjutan yang berkualitas. Momentum ini menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi, proyeksi, dan perencanaan strategis,” ujar Katibi.
Menurutnya, sejak berdiri pada 1921, RSD Gunung Jati telah berperan dalam perkembangan pelayanan kesehatan di Cirebon dan sekitarnya. Peran tersebut terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) serta pemenuhan fasilitas dan peralatan medis modern.
“Salah satu wujud nyata inovasi kami saat ini adalah pengembangan layanan unggulan di bidang onkologi ginekologi,” katanya.
Selain pengembangan layanan, RSD Gunung Jati juga menyiapkan regenerasi tenaga medis untuk menjaga kesinambungan pelayanan. Pemetaan calon tenaga pengganti dilakukan sejak dini bagi dokter atau tenaga medis yang mendekati masa purna tugas.
Langkah tersebut dilakukan agar regenerasi SDM berjalan tanpa mengganggu kualitas pelayanan kepada pasien. Rumah sakit juga memberikan ruang bagi tenaga medis untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan lanjutan.
Saat ini, RSD Gunung Jati diperkuat 99 dokter spesialis dan 34 dokter umum. Katibi optimistis kekuatan SDM, sistem regenerasi yang terencana, serta inovasi layanan akan menjadi fondasi rumah sakit dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan ke depan.
Baca Juga:Muludan di Pengguron Pegajahan CirebonASN Pensiun 169 Orang, PPPK Juga Sudah Ada yang Pensiun
“Dengan fondasi SDM yang kuat, sistem regenerasi yang terencana, serta budaya inovasi yang berkelanjutan, kami optimistis dapat terus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (abd/adv)
