Hadapi Ancaman Krisis Iklim, ICMI Siapkan Gagasan Ketahanan Pangan

ICMI Orda Kabupaten Cirebon
RESMI DILANTIK: Pengurus ICMI Orda Kabupaten Cirebon periode 2026–2031 dilantik di Ruang Nyimas Gandasari, Setda Kabupaten Cirebon, Sabtu (29/8).FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Perubahan iklim bukan lagi cerita tentang masa depan. Dampaknya sudah terasa hari ini. Air semakin sulit diprediksi. Pun pangan menghadapi tantangan. Sementara kebutuhan energi terus tumbuh.

Di tengah persoalan itu, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Cirebon periode 2026–2031 memilih tidak sekadar menjadi penonton.

Ketua ICMI Orda Kabupaten Cirebon, dr H Asad SpTHT-BKL, mengatakan organisasi yang dipimpinnya akan mengambil peran dalam menjawab sejumlah persoalan strategis daerah.

Baca Juga:UMKM Sumbang 97 Persen Ekonomi Cirebon, Koperasi Didorong Jadi Penyerap ProdukKebut Merger BKC-BCJ, Siapa Pemegang Saham Terbesar Bank Baru?

Ada tiga isu yang menjadi perhatian utama: ketahanan pangan, energi terbarukan, dan lingkungan hidup.

“Pembangunan daerah tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah,” ujar Asad seusai dilantik bersama jajarannya di Ruang Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, pemerintah memang memiliki kewenangan. Tetapi para cendekiawan memiliki sesuatu yang tak kalah penting: gagasan.

“Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Perlu keterlibatan kalangan cendekiawan untuk memberikan gagasan dan pemikiran dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” terangnya.

Dijelaskannya, perubahan iklim sebagai persoalan yang memiliki efek berantai. Pertanian ikut terdampak. Ketika produksi pangan terganggu, ketahanan pangan ikut dipertaruhkan.

Di sisi lain, kebutuhan energi terus meningkat sehingga daerah juga harus mulai memikirkan sumber energi yang lebih berkelanjutan.

“Tantangan zaman tidak mudah, mulai dari krisis iklim hingga tantangan kemandirian pangan. Oleh karena itu, ICMI Kabupaten Cirebon siap mengambil peran terdepan,” tegasnya.

Baca Juga:Sawah Produktif Terus Tergerus, SPI Cirebon Soroti Ancaman Ketahanan PanganPDAM Tirta Jati Cirebon Gratiskan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Cendekiawan, kata dia, harus mampu mengubah gagasan menjadi kerja nyata. Karena itu, ICMI akan membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan akademisi, praktisi, dan pemerintah daerah.

“Berbagai pemikiran yang lahir dari ruang akademik maupun pengalaman di lapangan diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Termasuk dalam pengembangan energi terbarukan dan pengelolaan lingkungan. Dua isu itu, tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan teknis pembangunan. Di dalamnya ada persoalan ekonomi, sosial, bahkan menyangkut masa depan generasi berikutnya.

“Melalui kolaborasi gagasan dan kerja nyata, ICMI ingin memastikan bahwa Kabupaten Cirebon mampu menjadi daerah yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki lingkungan yang sehat dan berkeadilan sosial bagi generasi mendatang,” katanya.

0 Komentar