UMKM Sumbang 97 Persen Ekonomi Cirebon, Koperasi Didorong Jadi Penyerap Produk

Harkopnas ke-79
PENGUATAN: Peringatan Harkopnas ke-79 sebagai bentuk penguatan pelaku UMKM sebagai tulang punggung pergerakan ekonomi Cirebon, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sudah menjadi tulang punggung ekonomi Kabupaten Cirebon. Porsinya bahkan mencapai sekitar 97 persen. Tapi ada satu persoalan klasik, tidak sedikit yang kesulitan menjual.

Di titik itulah koperasi didorong mengambil peran. Bukan sekadar tempat berkumpul anggota. Bukan pula mengelola simpan pinjam. Tetapi menjadi offtaker: penyerap produk UMKM.

Gagasan itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Cirebon, Dr Alex Suheryawan MSi.

Baca Juga:Siapkan Lulusan Berdaya Saing InternasionalAda Dua Proyek Hotel, Investasi Kota Cirebon Semester I 2026 Tembus Rp3,2 Triliun

“Dengan adanya koperasi yang menjadi offtaker, kemudian UMKM sebagai produsennya, mudah-mudahan kita bisa mendorong perekonomian Kabupaten Cirebon,” kata Alex.

Menurutnya, angka 97 persen menunjukkan betapa besar peran UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, potensi tersebut tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri-sendiri.

“UMKM memproduksi. Koperasi menyerap. Pasar diperluas,” katanya.

Lebih lanjut, dikatakan Alex, penguatan koperasi dan UMKM juga sudah memiliki payung hukum melalui Perda Kabupaten Cirebon tentang UMKM dan koperasi.

Regulasi itu diharapkan menjadi pintu masuk untuk mempertemukan banyak kekuatan. “Tidak hanya pemerintah, tetapi juga akademisi, perusahaan, dunia usaha hingga industri,” tuturnya.

Alex menilai, penguatan koperasi dan UMKM perlu menyasar generasi muda. Sebab, regenerasi menjadi salah satu tantangan agar koperasi dan UMKM tetap relevan di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.

Karena itu, Pemkab Cirebon meluncurkan tagline Koperasi Keren, UMKM Keren. “Siapa pun yang berkoperasi itu keren. Demikian juga yang ber-UMKM, itu harus keren,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Cirebon, Pandi SE mengatakan, peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan koperasi di daerah.

Baca Juga:Ulama Benda Kerep Desak Perbaikan, Bakal ada Puluhan Ribu Peziarah, Jalan Kalilunyu-Benda RusakPoltekkes Kemenkes Tasikmalaya Gelar Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, koperasi dituntut tidak hanya bertahan, tetapi mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang modern dan profesional.

Pandi mengatakan, perkembangan teknologi, digitalisasi serta perubahan ekonomi global menuntut koperasi meningkatkan kualitas pengelolaannya.

“Koperasi dituntut untuk terus bertransformasi. Pengelolaan koperasi harus semakin transparan, akuntabel, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital,” katanya.

Ia juga mendorong gerakan koperasi memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas kemitraan serta mengembangkan usaha yang produktif dan berdaya saing.

0 Komentar