PDAM Tirta Jati Cirebon Gratiskan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

BUMD di lingkungan Pemkab Cirebon
RAPIM: Sejumlah pejabat OPD dan BUMD di lingkungan Pemkab Cirebon mengikuti rapat pimpinan, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Penanganan krisis air bersih selalu berkoordinasi dengan sejumlah lembaga, termasuk dengan Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Jati.

Hal itu dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Syamsul Huda dalam rapat pimpinan (rapim), kemarin.

“Bahkan, setelah Surat Keputusan (SK) Bupati Cirebon tentang tanggap darurat kekeringan diterbitkan, BPBD langsung berkoordinasi dengan PDAM untuk penanganan krisis air bersih,” ujar Syamsul.

Baca Juga:Dosen IPB Cirebon Didorong untuk Raih Jabatan Akademik hingga Guru BesarHarga Gabah Turun, Petani Cirebon Mulai Hadapi Krisis Air

Namun, dalam pelaksanaannya BPBD tidak hanya mengandalkan PDAM. Faktor efisiensi anggaran menjadi salah satu pertimbangan BPBD mengambil sumber air dari penyedia lain.

“Karena efisiensi anggaran, kami mengambil air dari luar PDAM. Kami mengambil dua sumber untuk menjaga ketersediaan bantuan air bersih,” kata Syamsul.

Syamsul menyambut baik keputusan PDAM Tirta Jati yang menggratiskan air bersih untuk bantuan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan sangat membantu BPBD dalam menjaga distribusi air bersih di tengah kondisi kekeringan.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PDAM Tirta Jati, Hendra Chandra Saputra SH MH menegaskan, PDAM Tirta Jati mengambil langkah untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan.

Pihaknya memutuskan menggratiskan air bersih yang disalurkan untuk bantuan kepada masyarakat.

“Kami sekarang menggratiskan air bersih untuk bantuan kepada masyarakat,” ujar Hendra. (den)

0 Komentar