RADARCIREBON.ID – Perayaan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan belum berakhir. Memasuki September 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan masih menyiapkan sederet kegiatan yang dikemas dengan konsep berbeda, mulai dari khitanan masal, festival kopi, tradisi budaya, olahraga, hingga karnaval.
Rangkaian tersebut dijadwalkan berlangsung hingga beberapa pekan ke depan. Sejumlah agenda bahkan dirancang untuk menghadirkan ruang interaksi yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U Kusmana SSos MSi, selaku Ketua Umum Panitia Hari Jadi ke-528 Kuningan, mengatakan berbagai kegiatan telah disusun untuk tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:Gerak Cepat Polisi dan Damkar Jinakkan Kebakaran Lahan di CigasongEnam Struktur Situs Gunung Ageung Majalengka Resmi Jadi Cagar Budaya
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah Ciremai Coffee Culture yang akan berlangsung pada 4–6 September 2026. Kegiatan ini menjadi konsep baru yang menggantikan pameran pembangunan yang selama ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kuningan.
U Kusmana menjelaskan, festival tersebut akan menghadirkan puluhan perusahaan kopi lokal maupun nasional. Masyarakat juga dapat menikmati berbagai sajian kopi sekaligus hiburan musik selama kegiatan berlangsung.
“Kita akan hadirkan Ciremai Coffee Culture, yaitu bagaimana beberapa puluh perusahaan kopi baik lokal maupun nasional kita akan undang di sini. Bapak Ibu sekalian bisa menikmati selama tiga hari dan tentunya kita akan hadirkan musik-musik juga secara lokal,” paparnya.
Sebelum memasuki rangkaian September, berbagai kegiatan telah lebih dulu digelar. Agenda tersebut di antaranya Turnamen Sepak Bola Bupati Cup, Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam, Haul Syekh Maulana Akbar, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, istigasah, doa bersama, tablig akbar, serta ziarah ke makam leluhur dan mantan bupati.
Turnamen Bupati Cup menjadi salah satu kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas. Kecamatan Luragung berhasil menjadi juara pertama, sementara Kecamatan Ciawigebang harus puas sebagai runner-up.
Sementara itu, Gerakan Bersama Sauyunan Miara Makam diarahkan untuk menjaga dan merawat makam para leluhur Kuningan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah mendorong kegiatan tersebut tidak berhenti setelah perayaan Hari Jadi selesai.
U Kusmana menyebut pemeliharaan makam leluhur diharapkan dapat menjadi kegiatan rutin yang melibatkan perangkat daerah bersama masyarakat.
