Krisis Air Bersih hingga Jalan Rusak Parah, Kepala Desa Slangit Desak Pemda Segera Lakukan Perbaikan

jalan belum di aspal
RUSAK PARAH: Pengendara sepeda motor harus berhati-hati saat melintasi jalan di Desa Slangit karena aspal mengelupas dan tinggal bebatuan, kemarin. FOTO: KHOIRUL ANWARUDIN/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Selain mengalami krisis air bersih saat musim kemarau, warga Desa Slangit Kecamatan Klangenan juga merasa tersiksa dengan jalan rusak.

Pasalnya, kondisi jalan yang menjadi akses utama warga menuju Arjawinangun itu, mengalami kerusakan cukup parah dan hingga kini belum tersentuh perbaikan.

Kerusakan jalan semakin terasa saat musim kemarau. Kendaraan yang melintas membuat debu beterbangan sehingga mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga.

Baca Juga:Usia Produktif Lebih Dominan, Temukan 144 Kasus Baru HIV, Dinas Kesehatan Perkuat Screening dan Pengobatan Jemput Masa Depan di Expo Pendidikan SMA Santa Maria 1 Cirebon, Hadirkan 25 Perguruan Tinggi Swasta Terkenal

Surya, warga yang kerap melintasi ruas tersebut, mengatakan kondisi jalan saat ini sudah cukup mengganggu pengguna jalan.

“Kalau sekarang kemarau, debunya sangat mengganggu. Jalan juga kondisinya cukup parah, jadi tidak nyaman dilewati,” kata Surya.

Menurutnya, perbaikan perlu segera dilakukan karena ruas tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan wilayah Klangenan dan Arjawinangun. Mobilitas masyarakat di kedua wilayah tersebut cukup bergantung pada akses jalan itu.

“Jalur ini vital karena menghubungkan Arjawinangun dengan Klangenan. Banyak masyarakat yang menggunakan jalan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kuwu (Kepala Desa) Slangit Apendi mengatakan, dari sembilan desa di Kecamatan Klangenan, Slangit menjadi salah satu wilayah yang belum mendapatkan realisasi perbaikan pada titik jalan yang mengalami kerusakan parah.

“Dari sembilan desa satu kecamatan, yang belum realisasi itu Desa Slangit. Karena memang, sebenarnya kondisinya cukup parah,” kata Apendi.

Dijelaskannya, kerusakan berada di sisi barat Desa Slangit, tepatnya di kawasan pinggiran desa.

Baca Juga:Muludan di Pengguron Pegajahan CirebonASN Pensiun 169 Orang, PPPK Juga Sudah Ada yang Pensiun

Ruas tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan Desa Bangodua Kecamatan Klangenan, dengan Desa Kebonturi Kecamatan Arjawinangun, sebelum tersambung ke jalur utama Pantura Arjawinangun.

“Antara Bangodua ke Kebonturi, titiknya di Desa Slangit. Arjawinangun itu nantinya. Jadi ini termasuknya akses utama,” ujarnya.

Menurut Apendi, ruas tersebut cukup ramai dilintasi masyarakat, baik warga dari Bangodua dan Slangit menuju Arjawinangun maupun sebaliknya.

Kondisi jalan itu, lanjut dia, telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan sejumlah dinas terkait.

Apendi berharap, pemerintah daerah segera menindaklanjuti usulan tersebut, termasuk dengan melihat langsung kondisi jalan di lapangan.

“Kami berharap segera ada perbaikan karena kondisi jalannya memang benar-benar parah,” pungkasnya. (awr)

0 Komentar