Menurut Nandar, dukungan terhadap MPA tidak harus selalu berbentuk program besar. Penguatan kapasitas dan penyediaan perlengkapan dasar justru dapat memberikan dampak besar terhadap kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal karhutla.
“Kami berharap MPA semakin diperhatikan dan diperkuat. Kebutuhannya sebenarnya sederhana, seperti APD, sepatu, helm, masker, alat komunikasi dan peralatan dasar lainnya. Dengan dukungan tersebut, kami akan semakin siap membantu menjaga kawasan hutan,” tutur Nandar.
Perhatian terhadap MPA juga datang dari Kementerian Kehutanan melalui pelaksanaan Sosialisasi Masyarakat Peduli Api di Desa Cibuntu.
Baca Juga:Hiburan Rakyat Spektakuler Meriahkan Hari Jadi Kuningan Hari Jadi ke-528 Kuningan, Ciremai Coffee Culture hingga Karnaval Budaya
Kegiatan yang digelar Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Kementerian Kehutanan itu menjadi ruang edukasi sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah dan unsur terkait dalam pencegahan karhutla.
Bagi MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, kehadiran Kementerian Kehutanan di tengah masyarakat menjadi sinyal positif.
Sosialisasi dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman teknis sekaligus membuka komunikasi langsung mengenai kebutuhan masyarakat yang selama ini terlibat dalam perlindungan kawasan hutan.
“MPA juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan yang sudah hadir dan memberikan sosialisasi. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi berlanjut dengan penguatan MPA di lapangan. Masyarakat sudah memiliki kepedulian dan kemauan untuk menjaga hutan, tinggal bagaimana dukungan dan fasilitasnya bisa diperkuat,” ujar Nandar.
Aspirasi tersebut kemudian kembali disuarakan Herry Dermawan dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni terkait pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Kehutanan Tahun Anggaran 2027.
Herry meminta peningkatan belanja untuk masyarakat juga dapat diarahkan untuk memperkuat MPA yang dinilai memiliki peran penting dalam pencegahan karhutla.
Herry menilai keberadaan masyarakat di sekitar kawasan hutan menjadi elemen penting dalam sistem pencegahan. Masyarakat yang tinggal paling dekat dengan kawasan hutan memiliki kemampuan mendeteksi potensi kebakaran lebih awal sehingga dapat membantu mencegah api berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Baca Juga:Gerak Cepat Polisi dan Damkar Jinakkan Kebakaran Lahan di CigasongEnam Struktur Situs Gunung Ageung Majalengka Resmi Jadi Cagar Budaya
Bahkan, menurutnya model kolaborasi Masyarakat Peduli Api dengan pemerintah dalam mencegah Karhutla dapat menjadi contoh dan direplikasi di wilayah rawan kebakaran hutan.
