Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi sebaran abu vulkanik maupun dampak lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Laporan tersebut diperlukan agar kondisi di lapangan dapat segera diverifikasi dan ditangani apabila diperlukan.
DEDI MINTA MITIGASI
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui unggahan di media sosial pribadinya turut meminta pemerintah daerah di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik meningkatkan langkah mitigasi.
Dedi juga meminta kepala sekolah di wilayah dengan intensitas sebaran abu yang tinggi mempertimbangkan pelaksanaan pembelajaran dari rumah.
Baca Juga:Yonif TP 839/Satria Abyakta, Dari Pertahanan hingga Pengabdian untuk Warga KuninganKPPN Kuningan Bahas Evaluasi Standar Pelayanan Melalui Konsultasi Publik
“Sehubungan dengan meningkatnya abu vulkanik, kami sampaikan untuk wilayah-wilayah yang intensitas sebaran abunya tinggi, kepala sekolah bisa melakukan pembelajaran di rumahnya masing-masing,” ujarnya.
Hingga Senin (7/9), BPBD Kabupaten Kuningan kembali memastikan belum menerima laporan wilayah di Kabupaten Kuningan yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diimbau mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah dan instansi kebencanaan. (ags)
