Kuningan Tidak Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ist 
BELUM TERPANTAU: Hingga Senin (7/9/2026), BPBD Kabupaten Kuningan memastikan belum ada laporan wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali menjadi perhatian dalam beberapa hari terakhir belum berdampak terhadap Kabupaten Kuningan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan memastikan belum menemukan laporan mengenai masuknya abu vulkanik ke wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan abu vulkanik bergerak ke wilayah Jawa Barat. Menurutnya, sampai saat ini belum ada informasi yang menunjukkan Kuningan terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga:Yonif TP 839/Satria Abyakta, Dari Pertahanan hingga Pengabdian untuk Warga KuninganKPPN Kuningan Bahas Evaluasi Standar Pelayanan Melalui Konsultasi Publik 

Ia menyampaikan bahwa kondisi Kabupaten Kuningan masih relatif aman dan belum terdapat laporan masyarakat maupun wilayah yang terdampak abu vulkanik.

“Kabupaten Kuningan sampai saat ini belum terlaporkan adanya wilayah yang terdampak, terutama dengan keberadaan abu vulkanik. Sampai saat ini situasi masih cukup aman,” ujar Indra Bayu Permana, yang akrab disapa Ibe.

Menurut Ibe, BPBD Kuningan juga mengikuti koordinasi secara daring bersama Sekretaris Daerah Jawa Barat yang membidangi penanganan kebencanaan. Koordinasi dilakukan untuk membahas langkah antisipasi dan mitigasi menghadapi kemungkinan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Meski belum ada laporan abu vulkanik mencapai Kuningan, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Kondisi cuaca dan arah angin menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan abu apabila aktivitas erupsi mengalami peningkatan.

“Ini memang patut diantisipasi karena kita ketahui musim kemarau ini masih berlangsung. Kekuatan angin juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran abu vulkanik,” katanya.

BPBD Kuningan mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah serta instansi terkait. Apabila abu vulkanik mulai terdeteksi memasuki wilayah Kuningan, warga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dianjurkan untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik. Warga juga diminta mengamankan sumber air dengan menutup sumur, tempat penampungan, maupun sumber air lainnya apabila mulai terpapar abu.

Baca Juga:Festival Ngecrok Tutut Sajagat di Waduk Darma Angkat Potensi Pangan Lokal Aktivitas Kopdes di Klangenan Cirebon Belum Maksimal

“Kalau memang terjadi, sebisa mungkin menghindari atau membatasi aktivitas di luar ruangan. Kalau harus berkegiatan di luar, gunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik agar tidak terhisap langsung,” jelas Ibe.

0 Komentar