Karnaval Budaya Napak Tilas Sejarah Kuningan

Ist 
KOORDINASI: Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan akan digelar Minggu (13/9/2026) dengan tema “Tumapak Ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”. 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID–Sejarah panjang Kuningan akan dihidupkan melalui parade teatrikal jalanan dalam Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan. Sebanyak 32 kecamatan akan menampilkan potongan perjalanan sejarah daerah, mulai dari masa prasejarah hingga era kemerdekaan dan pembangunan.

Karnaval Budaya dijadwalkan berlangsung Minggu (13/9/2026) dengan mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”. Konsep tersebut dirancang tidak sekadar menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga membawa masyarakat mengenal perjalanan sejarah dan kekayaan budaya Kuningan melalui sajian kreatif.

Sekda Kabupaten Kuningan U Kusmana SSos MSi, selaku Ketua Panitia Hari Jadi ke-528 Kuningan mengatakan, karnaval menjadi media untuk menyampaikan sejarah daerah dengan cara yang lebih menarik kepada masyarakat.

Baca Juga:Gudang Ubi di Sukamukti Kuningan Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp110 Juta45 Adegan Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Pasawahan

“Karnaval ini bukan hanya parade, tetapi bagaimana sejarah dan budaya Kuningan bisa disampaikan kepada masyarakat melalui pertunjukan yang menarik,” ujarnya dalam rapat koordinasi persiapan Karnaval Budaya di Ruang Rapat Inspektorat, Gedung Pemkab Kuningan-KIC Lantai 3.

Konsep pertunjukan dibagi ke dalam enam fase sejarah, yakni masa prasejarah, Hindu, masuknya Islam, kolonial, perjuangan kemerdekaan, serta kemerdekaan dan pembangunan. Setiap fase akan diperankan oleh sejumlah kecamatan sesuai tema sejarah yang diangkat.

Fase prasejarah melibatkan Kecamatan Cigugur, Kuningan, Kadugede, Nusaherang, dan Kramatmulya. Fase Hindu diperankan Kecamatan Ciawi, Cipicung, Kalimanggis, dan Cidahu.

Sementara fase masuknya Islam melibatkan Kecamatan Luragung, Garawangi, Lebakwangi, Maleber, Ciniru, Hantara, dan Sindangagung. Fase kolonial akan diperankan Kecamatan Cibingbin, Ciwaru, Cibeureum, Karangkancana, dan Cimahi.

Untuk fase perjuangan kemerdekaan, peserta berasal dari Kecamatan Cilimus, Jalaksana, Japara, Cigandamekar, Pancalang, Pasawahan, dan Mandirancan. Adapun fase kemerdekaan dan pembangunan melibatkan Kecamatan Darma, Subang, Cilebak, dan Selajambe.

Selain rombongan kecamatan, karnaval akan dimeriahkan Drumband Satpol PP, Paskibra, TNI/Polri, kelompok cosplay, drumband SMP, Universitas Kuningan, BUMD, serta Kunci Bersama.

Secara teknis, peserta dijadwalkan berkumpul mulai pukul 07.30 WIB. Peserta dari kecamatan maupun kelompok umum tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan dalam parade. Setiap rombongan diberi waktu atraksi maksimal tiga menit, sedangkan sound system selama perjalanan menggunakan gotrok.

0 Komentar