45 Adegan Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Pasawahan

Agus panther/radar kuningan 
ADEGAN: Polres Kuningan menggelar rekonstruksi kasus pembuangan bayi di Desa Cidahu, Kecamatan Pasawahan, Senin (7/9/2026). 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Rekonstruksi kasus pembuangan bayi di Desa Cidahu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, mengungkap rangkaian peristiwa tragis yang terjadi sesaat setelah korban dilahirkan.

Dalam rekonstruksi yang digelar Polres Kuningan, sebanyak 45 adegan diperagakan, termasuk momen ketika tersangka melakukan kekerasan terhadap bayinya sendiri di kamar mandi.

Rekonstruksi tersebut dilakukan untuk menggambarkan secara utuh rangkaian kejadian sekaligus mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta yang ditemukan penyidik. Prosesnya berlangsung dengan pengamanan dari personel Polres Kuningan, Polsek Pasawahan, serta aparat pemerintah desa setempat.

Baca Juga:Yonif TP 839/Satria Abyakta, Dari Pertahanan hingga Pengabdian untuk Warga KuninganKPPN Kuningan Bahas Evaluasi Standar Pelayanan Melalui Konsultasi Publik 

Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Azis mengatakan seluruh rangkaian rekonstruksi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Pengamanan diperketat untuk memastikan setiap adegan dapat diperagakan sesuai hasil penyidikan.

“Telah melakukan kegiatan rekonstruksi di mana kegiatan rekonstruksi ini berjalan dengan lancar, di mana pengamanan dilakukan oleh anggota Polres Kuningan dan dibantu oleh Polsek Pasawahan serta aparat pemerintah daerah setempat,” ujar Abdul Azis.

Dari 45 adegan yang diperagakan, salah satu bagian penting terjadi pada adegan ke-7. Dalam adegan tersebut, tersangka diperlihatkan melakukan kekerasan terhadap bayi yang baru saja dilahirkannya di kamar mandi.

Peristiwa tersebut bermula pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, tersangka mengalami sakit perut kemudian masuk ke kamar mandi. Di lokasi tersebut, tersangka melahirkan seorang bayi.

Menurut Abdul Azis, setelah bayi lahir, tersangka menarik tubuh bayi yang kemudian terjatuh ke dalam kloset. Bayi selanjutnya dipindahkan ke lantai kamar mandi.

“Kronologinya di mana terduga tersangka ini awalnya sakit perut di jam 2 dini hari lalu ke kamar mandi, setelah di kamar mandi tersangka ini melahirkan. Lalu ditarik bayinya keluar, pada saat jatuh di kloset, setelah di kloset dipindahkan ke lantai kamar mandi,” ungkapnya.

Setelah bayi dipindahkan ke lantai, tersangka mengambil kain untuk membungkus korban. Polisi menyebut korban masih menangis ketika dibungkus. Selanjutnya terjadi tindakan kekerasan yang mengakibatkan bayi tersebut meninggal dunia.

Baca Juga:Festival Ngecrok Tutut Sajagat di Waduk Darma Angkat Potensi Pangan Lokal Aktivitas Kopdes di Klangenan Cirebon Belum Maksimal

“Setelah itu mengambil kain, ternyata bayi ini masih menangis sehingga bungkus menggunakan kain oleh tersangka, lalu sempat diinjak oleh tersangka sehingga bayi tersebut di kamar mandi meninggal dunia,” kata Azis.

0 Komentar