RADARCIREBON.ID- Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Agus Kurniawan Budiman atau Jigus memastikan persoalan tarif parkir di SOR Watubelah telah diselesaikan. Pria yang juga Wakil Bupati Cirebon itu mengatakan polemik yang muncul bukan disebabkan adanya kesengajaan untuk memberlakukan tarif yang tidak sesuai ketentuan, melainkan terjadi karena miskomunikasi dengan pengelola parkir. “Ini murni miskomunikasi,” kilah Jigus.
Ia mengakui kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi KONI agar pengelolaan sarana olahraga ke depan dapat dilakukan secara lebih optimal, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Dengan kejadian ini akan menjadi pelajaran bagi KONI dan lebih optimal melayani masyarakat terkait sarana dan olahraga,” tuturnya.
Jigus juga menyampaikan permohonan maaf apabila persoalan tarif parkir tersebut sempat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. “Apabila ada ketidaknyamanan atas tarif parkir kepada masyarakat, kami mohon maaf,” tandasnya.
BUPATI IMRON BARU TAHU
Baca Juga:Tarif Parkir Gila-gilaan, KONI Pungli? Terjadi di Stadion Watubelah, DPRD: Terlalu TinggiSRCM Kirim Surat Jawaban ke MUI, Polemik KPBU APJ yang Digagas Pemkot Cirebon
Persoalan tarif parkir gila-gilaan yang dilakukan KONI Kabupaten Cirebon di kawasan SOR Watubelah turut mendapat perhatian Bupati Cirebon H Imron MAg. Ia mengatakan besaran tarif parkir yang tak sesuai Perda itu perlu diklarifikasi. “Saya sendiri baru tahu dari pemberitaan media,” ujar Bupati Imron, Rabu (9/9/2026).
Imron ingin mengetahui secara pasti bagaimana ketentuan tarif parkir yang diberlakukan di kawasan SOR Watubelah. Pasalnya, tarif parkir Rp4.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil dinilai cukup tinggi. “Saya ingin tahu lebih lanjut terkait tarif parkir yang dinilai mahal ini,” katanya.
Imron belum memberikan penilaian lebih jauh mengenai kewajaran tarif tersebut. Dia memilih memastikan terlebih dahulu pihak yang mengelola parkir serta dasar penetapan tarif yang diberlakukan di SOR Watubelah.
Terlebih, kawasan SOR Watubelah merupakan salah satu fasilitas olahraga yang banyak digunakan masyarakat Kabupaten Cirebon untuk berbagai aktivitas. Karena itu, persoalan tarif parkir ini perlu dilihat secara menyeluruh agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pemkab Cirebon juga perlu memastikan pengelolaan parkir berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (sam/den)
