Tower Ambruk, Dua Pekerja Terluka Berusia Sekitar 20 Tahun

Tower
EVAKUASI KORBAN: Petugas dibantu warga mencoba mengevakuasi salah seorang pekerja ke RSD Gunung Jati. Foto Kanan: Polisi memasang sejumlah tanda berupa nomor untuk memulai identifikasi di lokasi kejadian. Foto: Cecep Nacepi-Istimewa/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Tower setinggi 25 sampai 30 meter ambruk menimpa kantor Kelurahan Kesambi, Kota Cirebon, Minggu sore (13/9/2026). Dua orang pekerja tower pun ikut jatuh dan mengalami luka cukup serius. Dua korban itu adalah Amirudin dan Suryo. Hingga tadi malam, keduanya mendapat penanganan intensif di RSD Gunung Jati Kota Cirebon.Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Cirebon, peristiwa itu berawal saat korban Suryo, Amirudin, dan Kuswandi bekerja memotong bagian atas tower. Setiap lima meter dari tower, dicat warna berbeda sebagai tanda. Cat paling bawah nomor 1 dan seterusnya hingga cat ke-6 sebagai tower paling atas.

Kepada Radar Cirebon, Kuswandi menceritakan bahwa ia diajak oleh Suryo untuk membongkar tower 6 atau yang paling atas. Ia bertugas di bagian bawah untuk memotong kabel. Sementara Suryo dan Amirudin melakukan eksekusi di bagian atas, yakni di tower nomor 5 dan 6.

“Saya ini hanya kuli, diminta kerja, ya kerja saja. Waktu kejadian tadi (sore kemarin, red) saya ada di bawah karena ditugasi motong kabel. Begitu melihat ke atas, saya kaget panik karena tower melengkung,” tutur Kuswandi saat ditemui Radar Cirebon di lokasi kejadian.

Baca Juga:Kajian LBM PWNU Jabar di Tengah Problem Sosial, Bedah Hukum Desil Bansos, Begal, Pajak, hingga BotoksModal Ngutang, Bunga Besar, Furqon Balas Pernyataan Wali Kota soal KPBU APJ

Kata Kuswandi, awalnya tower nomor 2 yang melengkung dan menimpa ke kantor Kelurahan Kesambi. Setelah itu, tower nomor 5 melengkung dan kemudian jatuh ke halaman kantor kelurahani. “Korban posisinya ada di tower nomor 5. Awalnya tower nomor 2 yang melengkung dan jatuh ke kantor kelurahan, lalu melengkung lagi dan tower nomor 5 jatuh, termasuk korban,” ujarnya.

Kuswandi mengaku sangat panik saat itu. Ia langsung berteriak meminta pertolongan warga setempat dan mencari mobil untuk mengevakuasi korban agar segera mendapat pertolongan medis. “Pasti panik, saya panik sekali. Saya minta tolong warga dan cari mobil buat evakuasi ke rumah sakit,” katanya.

Di tempat yang sama, Adi, penjaga malam atau satpam kantor Kelurahan Kesambi mengaku tidak mengetahui secara jelas kejadian tersebut. Ia sendiri mengetahui peristiwa itu saat ditelepon RT setempat dan langsung bergegas ke lokasi kejadian. “Saya sebenarnya masuk kerja jam 5 (17.00, red), cuman dihubungi jam 15.30 WIB. Jadi langsung ke lokasi memastikan kejadian itu,” ungkapnya.

0 Komentar