Menurut Ayus, setiap kegiatan resmi membutuhkan persiapan dan koordinasi yang matang. Mulai dari penempatan tamu, pengaturan alur kedatangan, pendampingan, susunan acara, hingga memastikan pihak yang harus disebut dan ditempatkan pada posisi tertentu.
Hal tersebut, lanjut dia, membutuhkan pengetahuan dan keterampilan keprotokolan yang tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Ayus juga mengapresiasi mahasiswa yang aktif dalam KPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Keberadaan mereka dinilai telah membantu kelancaran berbagai kegiatan kampus sekaligus menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa melalui pengalaman di lapangan.
Baca Juga:Polres Cirebon Kota Operasi Pekat Sita 201 Botol MirasBidik Tambahan Pendapatan dari Musim Tanam Ketiga
Ia mendorong mahasiswa menjadikan aktivitas di KPM sebagai sarana belajar sekaligus pengalaman kerja sebelum memasuki dunia profesional. Mahasiswa juga diharapkan aktif membangun komunikasi dengan korps protokol dari berbagai institusi, termasuk pemerintah daerah.
“Jadikan aktivitas di KPM ini sebagai media latihan, bahkan sebagai tempat magang,” harapnya.
Ayus menambahkan, komunikasi dengan korps protokol dari institusi lain akan memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa.
“Bagaimana menyapa tamu, mengantarkan ke tempat duduk, dan mendampingi tamu, itu semua ada ilmunya. Tidak bisa dilakukan asal-asalan,” pungkasnya. (abd)
