Ratu Raja Ilmiah Rosetina binti Sultan Raja H Muhammad Djalaludin Mangkat

pemakaman Ratu Raja Ilmiah Rosetina
MENUJU GUNUNG SEMBUNG: Prosesi pemakaman Ratu Raja Ilmiah Rosetina atau Bu Raja Iyos dilakukan dengan tata cara adat Kesultanan Kanoman hingga menuju Astana Gunung Sembung, Senin (14/9/2026). FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Keluarga besar Kesultanan Kanoman, penghulu Masjid Agung Sang Ciptarasa beserta kaum, abdi dalem, serta masyarakat berjalan bersama dalam rombongan.

Mereka mengikuti rute yang telah ditentukan dalam pepakem, hukum adat Kesultanan Kanoman.

Dari kawasan keraton, rombongan bergerak menuju Lawang Kejaksan. Perjalanan berlanjut melewati Lawang Solawat dan Lawang Syahadat di kawasan Siti Hinggil. Setelah itu, rombongan menuju gerbang Pasar Kanoman.

Baca Juga:Polres Cirebon Kota Operasi Pekat Sita 201 Botol MirasBidik Tambahan Pendapatan dari Musim Tanam Ketiga

Langkah demi langkah membawa rombongan menyusuri Jalan Winaon, Jalan Karanggetas, Jalan Siliwangi hingga Taman Krucuk.

Di sepanjang perjalanan, keranda yang diusung menjadi pusat perhatian. Seorang putri Kesultanan Kanoman sedang menjalani perjalanan terakhirnya. Bukan sekadar perpindahan dari keraton menuju pemakaman, tetapi sebuah perjalanan yang dibingkai adat dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Di Taman Krucuk, perjalanan memasuki tahap berikutnya. Abdi dalem Keraton Kanoman menyerahkan jenazah kepada abdi dalem Kraman Gunung Sembung. Dari sana, rombongan meneruskan perjalanan menuju kawasan Gunung Jati. Tujuannya satu: Astana Gunung Sembung.

Setibanya di kompleks pemakaman, penghulu Masjid Agung Sang Ciptarasa menyerahkan pengurusan jenazah kepada Penghulu Masjid Dog Jumeneng Astana Gunung Sembung.

Jenazah kemudian dimakamkan sesuai tata cara dan adat yang berlaku di lingkungan Kesultanan Kanoman. Perjalanan panjang itu akhirnya selesai. Bu Raja Iyos kembali ke tanah.

Ia meninggalkan keluarga, kerabat, abdi dalem, dan masyarakat yang mengenalnya. Namun, perjalanan terakhirnya tidak hanya menjadi kisah tentang kepergian seseorang. Ia juga menjadi bagian dari perjalanan tradisi Kesultanan Kanoman yang terus dijaga.

Dari ngolong hingga perjalanan kaki menuju Astana Gunung Sembung, adat mengiringi Bu Raja Iyos sampai ke tempat peristirahatan terakhir.

Baca Juga:Badan Jalan Kartini Ambles, Dipasang Ban sebagai PenandaBKPSDM Cirebon Borong 3 Penghargaan BKN, Layanan Mutasi dan Pensiun Jadi yang Terbaik

Keluarga besar Kesultanan Kanoman kemudian menyampaikan permohonan doa bagi almarhumah. Mereka juga memohon maaf kepada masyarakat apabila semasa hidup Bu Raja Iyos pernah melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.

Di Astana Gunung Sembung, perjalanan terakhir Ratu Raja Ilmiah Rosetina akhirnya berakhir. Di tempat itu pula, ia beristirahat bersama keluarga bangsawan Cirebon lainnya. (*)

Laman:

1 2
0 Komentar