Tower Roboh, Aminudin Pergi Meninggalkan Istri dan Dua Anak, Keluarga Minta Pertanggung Jawaban

KORBAN TOWER ROBOH
KORBAN TOWER ROBOH: Jenazah Aminudin dimakamkan di TPU Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Senin (14/9/2026). FOTO: ISTIMEWA
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Minggu (13/9/2026), Aminudin masih berangkat bekerja seperti biasa. Tapi, takdir berkata lain. Tower setinggi puluhan meter yang tengah dikerjakannya roboh.

Pria asal Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, itu mengalami luka serius dan dievakuasi ke RSD Gunung Jati. Namun malam harinya, pukul 22.00 WIB, kabar duka tiba: Aminudin pergi untuk selamanya. Ia pergi meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih kecil.

Ya, peristiwa robohnya tower di depan kantor Kelurahan Kesambi, Kota Cirebon, itu memakan korban jiwa. Kepergian Aminudin meninggalkan kesedihan bagi keluarga. Mereka pun sangat berharap perusahaan atau pihak yang mempekerjakan Aminudin bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut dan memberikan kompensasi.

Baca Juga:Pembiayaan KPBU APJ, Fraksi Nasdem Ingatkan Pemda Jaga Kesehatan Keuangan dan Cash Flow DaerahFK UGJ Menjemput Era Baru Pengobatan, Merawat Harapan; Buka Jalan Stem Cell di Cirebon

Sepupu korban, Nono, mengatakan bahwa keluarga sudah berkomunikasi dengan pihak perusahaan. Menurutnya, perhatian terhadap keluarga yang ditinggalkan menjadi hal penting setelah Aminudin meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. “Bukan berarti kami menjual nyawa, bukan. Cuma kami ingin agar almarhum bisa tenang dan pihak perusahaan dapat memperjuangkan kehidupan anak-anak serta istrinya,” ujar Nono.

Nono menegaskan, tuntutan keluarga bukan semata-mata mengenai santunan. Mereka hanya berharap seluruh hak Aminudin sebagai pekerja dapat dipenuhi, termasuk jaminan asuransi serta kepastian mengenai keberlangsungan hidup istri dan kedua anaknya. “Mereka butuh biaya hidup dan biaya pendidikan. Anak-anaknya masih sekolah,” katanya.

Keluarga berharap musibah tersebut tidak berakhir tanpa kejelasan. Mereka meminta perusahaan maupun pihak terkait tidak mengabaikan kondisi keluarga yang ditinggalkan Aminudin. Terlebih, istri dan dua anak korban masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta melanjutkan pendidikan.Diketahui, tower setinggi 25 sampai 30 meter ambruk menimpa kantor Kelurahan Kesambi, Kota Cirebon, Minggu (13/9/2026).

Dua orang pekerja tower pun ikut jatuh dan mengalami luka cukup serius. Yakni Aminudin dan Suryo. Peristiwa itu berawal saat korban Aminudin, Suryo, dan Kuswandi bekerja memotong bagian atas tower. Kuswandi menceritakan bahwa ia diajak oleh Suryo untuk membongkar tower 6 atau yang paling atas. Ia bertugas di bagian bawah untuk memotong kabel. Sementara Suryo dan Aminudin melakukan eksekusi di bagian atas, yakni di tower nomor 5 dan 6.

0 Komentar