Pecinan Cirebon Bersiap Jadi Chinatown

Gapura Pecinan Cirebon
PECINAN CIREBON: Peresmian Gapura Pecinan dan Festival Kue Bulan 2026 akan digelar pada 25-27 September. Momentum tersebut menjadi awal penataan kawasan Pecinan Cirebon menuju kawasan Chinatown. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kawasan Pecinan Kota Cirebon tidak lagi sekadar menjadi sentra perdagangan. Pemerintah Kota Cirebon mulai menyiapkan kawasan tersebut sebagai destinasi budaya dan kuliner yang diharapkan hidup dari pagi hingga malam.

Langkah awal penataan akan dimulai dari Jalan Winaon. Koridor tersebut disiapkan sebagai kawasan Pecinan sebelum pengembangannya diperluas ke wilayah Kanoman hingga Lemahwungkuk.

Penataan tidak dilakukan dengan membongkar kawasan yang sudah ada. Pemerintah justru berupaya mempertahankan aktivitas yang selama ini berjalan, kemudian menatanya agar lebih tertib sekaligus memiliki daya tarik wisata.

Baca Juga:Sampah Rumah Tangga Disulap Jadi Sabun, Warga GSP Karyamulya Cirebon Ikuti Pelatihan Eco EnzymeLunas PBB Dapat Hadiah Umrah, Bapenda Cirebon Siapkan 44 Kuota untuk Desa 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan, pengembangan kawasan Chinatown dilakukan secara bertahap. Penataan tahap awal difokuskan pada koridor Jalan Winaon hingga area Vihara.

“Tidak terlalu banyak mengubah kondisi yang ada. Nanti lebih kepada penataan pedagang dan layout,” kata Agus, Sabtu (12/9/2026).

Sekitar 20-25 booth disiapkan pada tahap awal. Pedagang tetap menjadi bagian dari kawasan, tetapi pola berjualan akan ditata agar ruang jalan tidak berubah menjadi tempat penyimpanan barang setelah aktivitas perdagangan selesai.

Konsep penataan juga membagi fungsi kawasan berdasarkan waktu. Pada pagi hingga siang hari, kawasan tetap digunakan untuk perdagangan dan aktivitas pasar. Sementara pada malam hari, ruang yang sama diarahkan menjadi night market.

Dengan konsep tersebut, aktivitas Pecinan diharapkan tidak berhenti setelah pasar tutup. Penerangan, tenda, kuliner, dan aktivitas warga akan menjadi bagian dari upaya menghidupkan kawasan pada malam hari.

Kuliner menjadi salah satu kekuatan utama yang akan dikembangkan. Makanan khas Tionghoa mendapat ruang, tetapi tidak berdiri sendiri. Pemkot juga membuka peluang bagi kuliner lokal dengan konsep street market.

Dengan demikian, identitas Chinatown tidak dibuat terpisah dari karakter Cirebon. Kawasan tetap membawa jejak budaya Tionghoa sekaligus memperlihatkan percampuran budaya dan aktivitas ekonomi yang telah lama tumbuh di Kota Cirebon.

Baca Juga:Terima Audiensi, Kajari Buka Ruang Pengawasan Publik Terima Audiensi, Kajari Buka Ruang Pengawasan Publik 

“Konsepnya mix. Ada makanan khas Tionghoa, ada juga street market,” ujar Agus.

Pengembangan kawasan tersebut akan diperkenalkan melalui Festival Kue Bulan 2026 yang digelar pada 25-27 September. Kegiatan yang dilaksanakan bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Cirebon itu sekaligus menjadi momentum peresmian Gapura Pecinan.

0 Komentar