Namun, belakangan Ammer mengaku menemukan persoalan dalam transaksi tersebut dan menduga dapur MBG yang menjadi dasar kerja sama tidak benar-benar ada.
Ia kemudian menelusuri transaksi keuangan yang telah dilakukan. Berdasarkan penelusurannya, Ammer mengklaim total dana yang telah dikeluarkan mencapai hampir Rp700 juta.
Bukti transfer dan mutasi rekening tersebut, kata dia, telah diserahkan kepada penyidik Satreskrim Polres Majalengka.
Baca Juga:Mahasiswa KKM UMC 2026 Hadirkan Hidroponik Berbasis Panel Surya di Desa CikondangBupati Indramayu Larang Truk Lewat Jembatan di Desa Jatimulya
Menurut Ammer, dari mutasi rekening tersebut terdapat aliran dana kepada pihak lain yang dinilainya perlu didalami penyidik.
Ammer juga menyebut adanya dugaan penggunaan invoice fiktif dalam rangkaian transaksi tersebut. Ia mengaku memiliki rekaman percakapan yang menurutnya menunjukkan adanya pihak lain yang mengetahui alur transaksi dan sumber dana yang diterima.
Menurut Ammer, rekaman tersebut berisi pembahasan mengenai aktivitas keuangan serta proses pembuatan invoice yang diduga tidak sesuai dengan transaksi sebenarnya.
Ia menilai bukti tersebut perlu didalami untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang mengetahui atau terlibat dalam rangkaian transaksi tersebut.
“Semua uang yang telah diserahkan dari Saudari R kepada Saudari F itu merupakan hasil penipuan kepada saya,” lanjut Ammer.
Ia juga mengklaim pihak yang disebut berinisial F mengetahui bahwa uang yang diterimanya berasal dari dana milik Ammer.
Menurut dia, pihak tersebut juga diduga membantu proses pengembalian modal dan keuntungan setiap pekan kepada dirinya selama sekitar empat bulan.
Baca Juga:Anggota Polisi Tertibkan Jukir Liar di Depan SPBU PatrolKekeringan Makin Meluas, Karhutla Terus Mengintai Kabupaten Majalengka
Ammer mengatakan masih memiliki bukti lain yang belum disampaikan dan siap menyerahkannya kepada aparat penegak hukum untuk kepentingan penyelidikan.
Ia juga menyoroti status salah satu pihak yang disebutnya merupakan pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka sekaligus anggota Bhayangkari di lingkungan Polres Majalengka.
Ammer mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Propam. Ia meminta seluruh pihak yang namanya muncul dalam bukti transaksi maupun rekaman diperiksa sesuai fakta dan kewenangan masing-masing.
“Saya meminta agar kasus ini diungkap secara terang benderang dan objektif,” ujarnya.
Ia juga meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar perkara tersebut dapat ditangani secara transparan.
