BNPT, Pemprov Sumbar, Guru, Komitmen Cegah Radikalisme dan Kekerasan di Sekolah

BNPT memperkuat sinergi dengan Pemprov Sumbar serta kalangan tenaga pendidik untuk mencegah masuknya paham int
BNPT memperkuat sinergi dengan Pemprov Sumbar serta kalangan tenaga pendidik untuk mencegah masuknya paham intoleransi, radikalisme, terorisme, dan berbagai bentuk kekerasan yang melibatkan generasi muda, di Ballroom Hotel Mercure, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (5/11/2026). –FOTO: ISTI--
0 Komentar

Kondisi tersebut membuat lingkungan pendidikan perlu semakin waspada terhadap potensi penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

“Ancaman kekerasan bisa saja muncul di tempat yang kita anggap aman, bahkan di tempat seperti sekolah yang dianggap sebagai tempat yang lazim untuk menimba ilmu dan membentuk karakter,” terangnya.

Hendro menegaskan, tenaga pendidik memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan peserta didik terhadap berbagai pengaruh negatif.

Baca Juga:PASI Lakukan Pemasalan lewat Kejuaraan Pelajar, dari TK hingga SMPBaru Pelepasan, Atlet Kota Cirebon Langsung Raih Emas Perdana di Porprov Jabar XV/2026

Guru merupakan sosok yang memiliki kedekatan dengan anak setelah orang tua sehingga dapat berperan penting dalam memberikan arahan, pendampingan, serta pemahaman yang benar ketika anak berhadapan dengan berbagai konten digital.

Karena itu, guru diharapkan tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mampu mengenali perubahan perilaku peserta didik yang berpotensi mengarah pada sikap intoleran maupun kekerasan.

“Kegiatan deklarasi ini kami harapkan tidak hanya sebagai ajang bertukar informasi, namun juga bisa sebagai kesempatan untuk komitmen dan upaya bersama serta berkelanjutan demi mewujudkan generasi muda yang toleran dan anti paham kekerasan,” imbuh Hendro.

Setelah pelaksanaan deklarasi komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi bertema “Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Kolaborasi Multipihak dalam Melakukan Kontra Radikalisasi”.

Sesi tersebut dipimpin Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat, Dr Adil Mubarak.

Dalam pemaparannya, Adil menjelaskan bahwa sekolah memiliki posisi penting dan strategis dalam pelaksanaan kontra radikalisasi.

Sebab, lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang pertama bagi anak-anak untuk mengenal dan memahami nilai toleransi, keberagaman, persatuan, serta wawasan kebangsaan.

Baca Juga:Cegah Radikalisme dan Kekerasan Remaja, Kuncinya Fondasi Keluarga serta Edukasi BerkesinambunganBNPT Perkuat Ketahanan Digital dan Kearifan Lokal melalui Regenerasi Duta Damai di Sumatera Utara

Menurutnya, penanaman nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas.

Diperlukan keterlibatan berbagai pihak agar penguatan karakter dan wawasan kebangsaan dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

Materi berikutnya mengangkat tema “Peran Eks-Napiter sebagai Agen Perdamaian dan Pencegahan Radikalisme” yang disampaikan Yahya, salah satu mitra deradikalisasi BNPT.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menilai keterlibatan seseorang dalam kelompok terorisme hanya berdasarkan penampilan fisik maupun cara berinteraksi.

Yahya menjelaskan, kelompok terorisme dapat mengubah penampilan dan pola interaksi anggotanya.

0 Komentar