CIREBON – Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon mengantisipasi kemungkinan terburuk. RS rujukan pertama Covid-19 di wilayah III Cirebon itu berbenah. Yakni, menambah 32 bed di ruang isolasi teratai. Disegerakan rampung dalam waktu dekat.
Bed baru itu masih direnovasi. Lokasinya di lantai dua, masih di ruang teratai. Jika itu rampung, RSDGJ mampu menampung 70 pasien Covid-19. Mengingat, saat ini kapasitas ruang teratai 38 bed, 30 di antaranya sudah terisi.
Teratai adalah ruang perawatan dengan tingkat penyakit sedang. Sementara mereka yang memiliki komorbid atau yang kondisi kesehatannya menurun, akan ditempatkan di ruang intensif flu burung. Saat ini ada empat pasien yang masih dirawat di ruang tersebut.
Kabar baik lainnya adalah pasien non Covid-19 mulai mempercayakan RSDGJ untuk memeriksakan kesehatannya. Meski sebelumnya sempat menutup pelayanan karena ada tenaga kesehatan (nakes) setempat yang positif. Dua di antaranya meninggal dunia.
“Seperti kamar operasi, orang sudah mulai kembali mempercayakan ditangani di RSGJ,” ujar Kasubag Humas RSDGJ, Arif Wibawa Rumana, kemarin.
Ketika ada pegawai yang terpapar, pegawai RSDGJ akan dilakukan swab masal. Itu dilakukan untuk meminimalisasi segala risiko yang mungkin terjadi. Salah satunya menjaga amanah masyarakat bahwa layanan medis rujukan itu steril. Asalkan tetap menjaga protokol pencegahan yang telah ditentukan. (ade)
RSDGJ Tambah Ruang Isolasi
