“Persoalan (Rizieq Shihab) harus dilakukan secara adil dan tidak ada kriminalisasi,” katanya, Selasa (10/11).
Dia juga mengatakan berniat akan melakukan pertemuan dengan Rizieq. “Insya Allah kalau sudah agak longgar saya mau silaturahmi,” katanya.
Fadli Zon mengaku memiliki kedekatan dengan Rizieq. Menurutnya, keinginan Habib Rizieq kembali ke Indonesia sudah lama diutarakan. Sayangnya, sulit terealisasi. Rizieq tidak mendapatkan izin dari imigrasi. Sedangkan keluarganya lolos untuk pulang ke Indonesia.
Tak heran, dia pun menilai kedatangan Rizieq Shihab disambut banyak orang. Bahkan, tak sedikit di antara mereka datang dari luar Jakarta. “Saya berhubungan dengan beliau, dia ingin pulang ke tanah air itu sejak beberapa tahun lalu. Tetapi ada invisible hand yang membuatnya tidak bisa (pulang),” ungkapnya.
Senada dengan Fadli, Presiden PKS Ahmad Syaikhu juga meminta Rizieq tidak mendapatkan kriminalisasi kembali. “Mari kita sebagai bangsa melihat ke depan dengan sikap yang arif dan bijaksana demi kebaikan bangsa. Jangan ada provokasi dan kriminalisasi,” katanya.
Syaikhu berharap semua pihak menyambut baik kehadiran Rizieq. Sebab, Rizieq berhak mendapatkan perlindungan sebagai WNI yang sah. “Kami berharap hak-hak beliau sebagai warga negara dihormati dan dilindungi,” ucapnya.
Kehadiran Rizieq, harus dijadikan momentum untuk merekatkan persatuan. Sekaligus untuk merajut kembali merah putih. “Mari kita rajut Merah Putih. Kita jadikan momentum kepulangan beliau untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” tutupnya.
Demikian pula yang diungkapkan Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi. Dia berharap kedatangan Habib Rizieq dapat mencerahkan pemikiran umat dengan dakwahnya.
“PAN berharap agar Habib Rizieq kembali aktif berdakwah keliling dalam rangka mempertebal keimanan umat, mencerahkan pemikiran umat dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya.
Sebagai ulama yang memiliki banyak jamaah, Rizieq merupakan panutan dan teladan umat. Karenanya, PAN harap Rizieq bersama para ulama dan tokoh agama aktif menjadi penjaga moral bangsa dan mengawal masa depan bangsa sesuai dengan cita-cita nasional.
“Untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhai Allah SWT, Negara Nasional Indonesia yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur, negeri yang baik yang selalu mendapat ampunan Tuhan,” tutupnya.
Stop Kriminalisasi Habib Rizieq
