JAKARTA – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) tiba di tanah air, Selasa (10/11). Dia tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pukul 09.15 WIB, setelah menempuh perjalanan dari Jeddah menggunakan Maskapai Saudia Airline SV 816.
Habib Rizieq yang mengenakan gamis, sorban putih dan bermasker biru langsung mengikuti protokol kesehatan secara ketat di area terminal 3 Bandara Soetta. Setelah itu, dia keluar dari Gate I kedatangan Internasional Terminal 3 dan langsung disambut ribuan jamaahnya yang telah lama menunggu.
Pentolan FPI itu kemudian naik mobil keluar dari kawasan Bandara Soetta. Rizieq keluar dari atap mobil Alphardnya dan menyapa massa. “Allahu Akbar,” serunya.
Penjemputan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang dilakukan oleh ribuan orang di Bandara Soekarno Hatta, menjadi sorotan. Fenomena itu dianggap baru pertama kali terjadi bahkan sepanjang sejarah Indonesia.
Politikus Partai Demokrat Andi Arief mengatakan, publik boleh saja berdebat tentang kontroversi Habib Rizieq, tetapi harus diakui bahwa, Presiden Soekarno saja tidak pernah dijemput seperti itu.
“Boleh saja berdebat tentang HRS. Tapi soal jumlah massa fenomenal saat kepulangan dari Arab Saudi hari ini (kemarin, red) harus diakui dengan jujur memang baru sekarang terjadi. Soekarno sang Proklamator saja tak pernah diperlakukan begitu. Mudah-mudahan ke depan situasi makin membaik,” cuit Andi Arief di twitternya, Selasa (10/11).
Hal yang sama diakui Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Anggota DPR RI ini mengatakan, sepanjang sejarah Indonesia, tidak pernah ada penjemputan seorang tokoh publik oleh ribuan masyarakat seperti itu
“Seingat saya blm pernah ada presiden dalam sejarah Indonesia, peristiwa penjemputan seorang tokoh di bandara dan sekitarnya dengan lautan manusia seperti terjadi hari ini,” ujar fungsionaris Partai Gerindra itu.
Fadli menilai, fenomena itu mengandung arti bahwa jabatan bukan membuat seseorang menjadi tokoh. “Artinya ketokohan tak melekat pada jabatan. Ada orang jadi penting karena jabatan, begitu tak jabat tidak penting lagi,” tegasnya.
Terkait kedatangan Habib Rizieq, Fadli Zon meminta agar tak ada lagi kriminalisasi. Sebab kasus yang membelit Rizieq dinilainya sangat kental dengan agenda politik.
Stop Kriminalisasi Habib Rizieq
