Bukan hanya tinggi yang menjulang, tapi juga pohon tersebut dianggap angker oleh masyarakat setempat. Karena potensi madunya banyak, dia pun nekat memanjatnya.
Karena pohonnya tinggi dan angker, dia pun bisanya melakukan sedikit ritual minta izin. “Ya saya berdoa dulu. Kemudian minta izin untuk memanjat pohon tersebut,” ungkap Nang Sumarna, ketika itu.
Dia biasa ditemui di kebun duren miliknya di Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh Majalengka. Di tempat itulah biasanya dia menjual madu hasil buruannya itu.
Baca Juga:Diguyur Hujan Semalaman, Longsor Menimpa Rumah Warga10 Pahlawan Nasional 2025 Resmi Ditetapkan Presiden Prabowo Subianto, Ada Gus Dur, Soeharto hingga Marsinah
Dia dan masyarakat setempat banyak yang yakin jika beberapa pohon yang sering dihinggapi lebah madu itu angker dan dikeramatkan. Bahkan konon beberapa pohon tersebut dipercaya ada makhluk halus penunggunya.
Tetapi, menurut Nang Sumarna, bagi pawang madu odeng, penunggu pohon angker tersebut selalu ada wujud yang kasat mata. Biasanya ditampakkan dengan binatang ular. Bisa 1 ekor ular atau lebih.
“Jadi ketika di bawah pohon bertemu atau ada ularnya, saya yakin pohon tersebut ada penunggunya. Karena itu saya minta izin dan tidak akan mengganggu si penunggu pohon tersebut.
Lalu apa pantangan ketika memburu madu odeng? Pantangan tergantung kepada para pawang itu sendiri.
Namun, menurutnya, ada 1 pantangan yang selalalu dipegang teguh para pemburu madu odeng. Pantangan tersebut adalah dilarang memakan atau sekadar menjilat dengan sengaja madu tersebut, ketika masih di atas pohon.
Jika itu dilanggar, bahaya akan mengancam pawang lebah madu odeng. Lebah-lebah yang jumlahnya banyak itu akan menyerang secara brutal. Nyawa pawang pun bisa melayang,” ungkap Nang Sumarna.
Seperti diketahui, madu lebah apis dorsata atau dalam masyarakat Sunda disebut dengan madu odeng terkenal lantaran khasiatnya. Tidak mudah untuk mendapatkan madu jenis ini.
Baca Juga:PKL di Depan Stasiun Kejaksan Ditertibkan, Mulai Bongkar-bongkarPKL di Ruas Jalan Provinsi di Kota Cirebon Siap-siap Ditertibkan, Ada di 5 Lokasi, Sudah 3 Kali Teguran
Koloni lebah odeng atau penghasil madu ini biasanya hidup di tengah hutan yang jarang dijamah manusia. Jika di Majalengka, bisa sampai di lereng Gunung Ciremai yang masuk kawasan taman nasional.
Belum lagi, bagi yang ingin memburu madu ini harus bersiap menghadapi koloni lebah. Jumlahnya bukan hanya ribuan, tapi bisa jutaan dengan sengatannya yang sangat berbahaya.
