Tinggal di Dinding Geribik, 25 Rumah di Nagrak Belum Dapat Bantuan dari Pemkab Cirebon

RUTILAHU
RUTILAHU: Rumah warga di Dusun Nagrak Sedong Kidul yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan belum tersentuh program bantuan perbaikan dari pemerintah daerah, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Permasalahan rumah tidak layak huni (rutilahu) masih menjadi pekerjaan rumah di Dusun Nagrak Desa Sedong Kidul Kabupaten Cirebon.

Hingga saat ini, puluhan rumah warga di wilayah tersebut belum tersentuh program bantuan perbaikan dari pemerintah.

Kepala Dusun Nagrak, Didip Ahdiyat menyebutkan, total terdapat 33 unit rutilahu di wilayahnya. Namun, baru 8 rumah yang telah mendapatkan bantuan perbaikan. “Artinya masih ada 25 rumah yang kondisinya memprihatinkan dan belum tersentuh bantuan,” ujar Didip.

Baca Juga:Ibu-ibu PKK Rayakan Ulang Tahun Walikota CirebonAjukan Pemanfaatan Lahan Pelindo untuk Relokasi Eks PKL Sukalila

Menurutnya, tingginya jumlah rutilahu dipengaruhi kondisi ekonomi warga yang masih terbatas.

Mayoritas masyarakat bekerja di sektor informal dengan penghasilan tidak menentu, sehingga belum mampu memperbaiki rumah secara mandiri.

“Kebutuhan sehari-hari saja masih sulit dipenuhi, apalagi untuk renovasi rumah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Didip menggambarkan, sebagian besar rumah warga masih berdinding geribik, sehingga sangat rentan terhadap cuaca ekstrem.

“Kalau hujan deras atau angin kencang, warga selalu khawatir karena bangunannya rawan ambruk,” ungkapnya.

Selain dinding yang tidak permanen, kondisi atap dan struktur bangunan juga banyak yang sudah lapuk. Hal ini meningkatkan risiko keselamatan penghuni, terutama bagi anak-anak dan lansia.

Didip menambahkan, letak Dusun Nagrak yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon dengan Kabupaten Kuningan menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga:DPRD Cirebon Soroti Penataan Permukiman dan Infrastruktur DasarPengurus PGRI Ranting Cabang Khusus Resmi Dilantik

Ia menilai, daerah perbatasan kerap luput dari perhatian dibanding wilayah yang lebih dekat dengan pusat pemerintahan.

“Kami berada di ujung wilayah. Harapannya jangan sampai daerah perbatasan seperti kami terlewat dari perhatian,” tuturnya.

Didip berharap, Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat menambah kuota bantuan program rutilahu, khususnya untuk Dusun Nagrak, agar warga segera mendapatkan hunian yang layak dan aman.

“Kami berharap ada tambahan bantuan, minimal bisa mengurangi jumlah rutilahu di sini,” katanya.

Ia juga memastikan kesiapan pihak dusun untuk mendukung program pemerintah, termasuk dalam pendataan dan pengawasan pelaksanaan bantuan di lapangan.

“Kalau program masuk, kami siap membantu dari sisi data dan pengawasan. Yang penting warga bisa segera merasakan manfaatnya,” tandasnya. (den)

0 Komentar