Calon Direksi PD Pasar Harus  Perhatikan Pedagang Tradisional

Ketua APPSI Kota Cirebon Rommy Arif Hidajat SE
SINERGI: Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon, Rommy Arif Hidajat SE, berharap direksi baru PD Pasar dapat bersinergi dengan para pedagang pasar tradisional. FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Proses pendaftaran calon direktur utama (Dirut) di sejumlah BUMD resmi ditutup pada 24 April 2026. Meski belum ada pengumuman resmi terkait peserta yang lolos administrasi, berbagai kalangan mulai menyampaikan harapan agar direksi terpilih mampu membenahi kinerja BUMD, khususnya Perumda Pasar.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon, Rommy Arif Hidajat SE, berharap direksi baru PD Pasar dapat bersinergi dengan para pedagang pasar tradisional.

“Siapa pun yang terpilih, kami berharap bisa benar-benar bersinergi dengan pedagang. Karena pedagang memiliki peran besar dalam menghidupkan pasar dan setiap hari rutin membayar retribusi,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Baca Juga:Jalan Sehat HUT Ke-544 Cirebon, Jigus Sebut Olahraga Jalan Kaki Sudah CukupIPB Cirebon Bekali Mahasiswa Tembus ke Jepang lewat Get Ready for Japan 2026

Menurut Rommy, kepatuhan pedagang dalam membayar retribusi harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan dari pengelola pasar. Salah satu persoalan yang disoroti adalah masih maraknya pedagang yang berjualan di luar area pasar.

Kondisi tersebut dinilai merugikan pedagang resmi yang telah menyewa kios atau los dan rutin membayar retribusi, namun justru kehilangan pembeli karena konsumen lebih memilih berbelanja di luar pasar.

“Pedagang di dalam pasar jadi dirugikan karena pembeli enggan masuk. Ini harus ditertibkan,” tegasnya.

Selain itu, kondisi pasar tradisional saat ini dinilai membutuhkan perhatian serius, terutama terkait infrastruktur yang sudah kurang layak. Rommy menilai pasar tradisional perlu bertransformasi tanpa meninggalkan ciri khasnya.

“Pasar boleh tetap tradisional dari sisi interaksi dan produk, tapi fasilitasnya harus modern dan nyaman,” katanya.

Ia menyoroti sejumlah permasalahan klasik, seperti kebersihan yang kurang terjaga, lingkungan yang becek, serta penataan pedagang yang tidak rapi. Hal tersebut membuat pengunjung enggan berbelanja di dalam pasar.

“Banyak infrastruktur terbengkalai dan penataan pedagang semrawut. Ini yang membuat masyarakat malas masuk ke pasar,” ujarnya.

Baca Juga:Pengajuan Sengketa Informasi MeningkatKrisis Air Baku, PDAM Tirta Jati Cirebon Jajaki Kerja Sama Penyulingan Air Laut

Rommy juga menyinggung persoalan retribusi yang rutin dibayarkan pedagang. Menurutnya, retribusi seharusnya menjadi jaminan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli, namun kondisi di lapangan belum mencerminkan hal tersebut.

Ia menambahkan, aktivitas perdagangan di sejumlah pasar juga semakin singkat. Di luar pasar induk, aktivitas bahkan sudah mulai sepi sejak pukul 09.00 pagi, padahal pedagang berharap dapat beroperasi lebih lama.

0 Komentar