Karang Taruna Desa Cieurih Dorong Optimalisasi Manfaat Pembangunan Pabrik Garmen bagi Warga Lokal

Ketua Karang Taruna Desa Cieurih, Ade Supriadi.
Ketua Karang Taruna Desa Cieurih, Ade Supriadi.
0 Komentar

Selain itu, Karang Taruna juga menyoroti potensi efek domino dari hadirnya industri, seperti meningkatnya usaha kos-kosan, penyediaan makanan, serta berbagai peluang bisnis skala kecil lainnya. Pihaknya pun mulai menyusun rencana pengolahan limbah industri menjadi produk kreatif berbasis kerajinan tangan sebagai bentuk pemberdayaan pemuda.

“Ke depannya, kami ingin mengubah limbah kain menjadi produk kreatif. Jadi warga tidak hanya bekerja di pabrik, tetapi juga memiliki peluang usaha baru di luar sektor industri,” tambah Ade.

Dari praktik yang sudah berjalan di pabrik yang telah berdiri, limbah berupa kain selama ini diolah dan dijual oleh warga, menjadi sumber penghasilan tambahan dalam setahun terakhir.

Baca Juga:Pabrik Garmen 7 Hektare Segera Berdiri di Cieurih, Warga Lokal Diprioritaskan KerjaBorneo FC Rebut Puncak Klasemen Usai Tekuk Persik Kediri, Geser Persib Bandung

Dengan target masa pembangunan sekitar 8 bulan, Karang Taruna berharap pabrik garmen ini benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi baru di wilayah Kuningan Timur sekaligus menekan angka pengangguran di Desa Cieurih dan daerah sekitarnya. (Bud)

0 Komentar