Tak hanya dengan Belanda, FK UGJ juga terus memperluas jejaring internasional ke berbagai negara lain. Salah satunya melalui kerja sama dengan Poitiers University di Prancis yang rutin menerima mahasiswa UGJ melalui program Erasmus+ Mobility.
Selain itu, FK UGJ juga menjalin kolaborasi dengan Mahidol University Thailand melalui program pertukaran mahasiswa bidang genetika.
Menurut Catur, perluasan kerja sama internasional tersebut menjadi langkah strategis untuk membentuk lulusan dokter yang memiliki daya saing global tanpa meninggalkan pemahaman terhadap persoalan kesehatan lokal.
Baca Juga:Wanita Laporkan Love Scamming, Korban Mengaku Mengalami Kerugian Hingga Rp10,25 MiliarKetua DPRD Cirebon Salurkan PIP, Tegaskan Pendidikan Hak bagi Semua Anak
Di tengah tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks dan tanpa batas negara, FK UGJ perlahan menunjukkan perannya sebagai pusat pembelajaran yang tak hanya diminati mahasiswa dalam negeri, tetapi juga menjadi rujukan mahasiswa mancanegara untuk memahami kesehatan tropis secara langsung dari Indonesia. (*)
