RADARCIREBON.ID – Suasana berbeda tampak di lingkungan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon dalam beberapa bulan terakhir. Di sela aktivitas mahasiswa kedokteran lokal, hadir dua mahasiswa asing asal Belanda yang tampak aktif berdiskusi, mengikuti praktik lapangan, hingga mempelajari langsung kasus-kasus penyakit tropis di Indonesia.
Mereka adalah Bin Yan Liem dan Susanna Bijsterboch, mahasiswa kedokteran dari Radboud University Belanda yang menjalani program pembelajaran intensif di FK UGJ selama 2,5 bulan sejak Maret 2026.
Bagi keduanya, Cirebon bukan sekadar kota persinggahan akademik. Wilayah pesisir Jawa Barat ini menjadi “laboratorium hidup” untuk memahami berbagai penyakit tropis yang jarang ditemui di negara asal mereka.
Baca Juga:Wanita Laporkan Love Scamming, Korban Mengaku Mengalami Kerugian Hingga Rp10,25 MiliarKetua DPRD Cirebon Salurkan PIP, Tegaskan Pendidikan Hak bagi Semua Anak
Ketertarikan itulah yang kemudian mempertemukan Radboud University dengan FK UGJ melalui kerja sama internasional yang kini memasuki batch ketujuh sejak dimulai pada 2024.
Rektor UGJ Prof Dr Ir Achmad Faqih SP MM mengatakan kehadiran mahasiswa asing tersebut menjadi bukti bahwa FK UGJ semakin diperhitungkan dalam jejaring pendidikan kedokteran internasional.
“Mahasiswa dan peneliti dari Belanda tertarik mempelajari perkembangan penyakit tropis di Indonesia, khususnya di Cirebon dan sekitarnya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan belajar yang sangat baik bagi kami,” ujar Achmad Faqih.
Menurut dia, kerja sama internasional bukan hanya soal pertukaran mahasiswa, tetapi juga ruang untuk berbagi ilmu, pengalaman klinis, dan pengembangan riset kesehatan lintas negara.
Selama berada di Cirebon, kedua mahasiswa tersebut tidak hanya belajar teori di ruang kelas. Mereka juga turun langsung mengamati praktik pelayanan kesehatan dan penanganan penyakit tropis yang masih banyak ditemukan di masyarakat Indonesia.
Bagi FK UGJ, kehadiran mahasiswa asing membawa suasana akademik yang berbeda. Diskusi lintas budaya dan pertukaran perspektif menjadi warna baru dalam proses pembelajaran mahasiswa kedokteran.
Dekan FK UGJ Dr dr H Catur Setiya Sulistiana, MMed Ed MMRS mengatakan hingga saat ini sudah ada 34 mahasiswa asal Belanda yang belajar di FK UGJ sejak kerja sama dimulai.
Baca Juga:Godok Regulasi Baru, DPKPP Cirebon Siapkan Sanksi bagi Developer Lalai Serahkan PSUDesak Gubernur BI Mundur, Rupiah Kian Tertekan dan Kekhawatiran Investor Kembali Membesar
“Selama tujuh batch ini kami memang baru menerima mahasiswa dari Radboud University untuk belajar di Cirebon. Namun, ke depan kami juga berencana mengirim mahasiswa profesi FK UGJ untuk belajar di sana,” katanya.
