Produktivitas Como juga sangat impresif. Mereka sudah mencetak 61 gol, lebih banyak dibanding AC Milan, Roma, Juventus, bahkan Napoli. Di lini pertahanan, Como tampil sangat solid. Hingga saat ini mereka baru kebobolan 28 gol, lebih sedikit dibanding Inter Milan yang sudah kemasukan 35 gol.
Performa tajam di lini depan dan kokoh di lini belakang membuat selisih gol Como hanya kalah dari Inter. Pencapaian itu terasa luar biasa mengingat Como hanya membutuhkan dua tahun untuk menembus papan atas Serie A.
Tim besutan Cesc Fabregas tersebut baru promosi ke Serie A musim lalu. Pada musim debutnya, mereka finis di posisi ke-10 dengan 49 poin, jauh di atas Parma yang berada di urutan ke-16. Padahal, Parma merupakan juara Serie B saat keduanya promosi bersama ke Serie A musim 2024/2025.
Baca Juga:Pemkab Indramayu Intensifkan Betonisasi Jalan, Ruas Karangsinom–Gabuskulon dan Kedungdawa DirekonstruksiAPEMI Respons Tantangan Wamendes PDT untuk Susun Modul Budidaya Melon Nasional
Musim ini pun Como kembali tampil lebih baik dibanding Parma. Como kini berada di posisi kelima, sedangkan Parma menempati urutan ke-13.
Perjalanan mereka semakin menarik karena pada 2018 klub ini sempat bangkrut sebelum akhirnya diakuisisi Djarum Group setahun kemudian. Berbeda dengan Sheikh Mansour di Manchester City atau Nasser Al-Khelaifi di Paris Saint-Germain yang mengambilalih klub besar, Djarum justru memilih membangun klub kecil dari bawah.
Padahal, berdasarkan data Fortune, kekayaan Djarum Group disebut melampaui Sheikh Mansour yang sukses membawa Manchester City ke era terbaik dalam sejarah klub.
Strategi Djarum tampak selaras dengan filosofi mereka dalam membina atlet muda bulu tangkis di Indonesia: membangun secara bertahap dan berkelanjutan. Bagi Djarum, kesuksesan olahraga juga menjadi bagian dari citra dan komitmen terhadap pengembangan olahraga, bukan sekadar alat kepentingan lain.
Akuisisi Como dilakukan ketika klub itu baru saja promosi ke Serie C2 usai menjuarai Serie D atau kasta kelima sepak bola Italia. Setelah semusim di Serie C2, Como naik ke Serie C dan kemudian menjadi juara pada 2021 untuk promosi ke Serie B. Mereka hanya menghabiskan dua musim di Serie B sebelum akhirnya finis runner-up di bawah Parma dan promosi ke Serie A pada 2024. Artinya, Como baru dua musim bermain di kasta tertinggi sepak bola Italia.
