Dunia Bersiap Mendengar Nama Indonesia Lebih Sering Lewat Kebangkitan Como 1907 di Italia

Cesc Fabregas
MULAI DARI BAWAH: Cesc Fabregas sukses membawa tim milik orang Indonesia, Como, lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya. Foto: Instagram/@Como_1907
0 Komentar

Meski begitu, perkembangan Como tetap mengejutkan banyak pihak karena grafik performa mereka terus meningkat setiap musim. Kini mereka bahkan menjadi kandidat kuat peserta kompetisi Eropa, bahkan masih berpeluang tampil di Liga Champions. Menariknya, semua itu dilakukan tanpa belanja pemain secara berlebihan.

Manajemen Como memilih membangun tim secara bertahap dengan strategi finansial yang terukur agar tetap sesuai regulasi keuangan sepak bola Italia dan Eropa. Pada bursa transfer musim panas lalu, Como memang merekrut 11 pemain baru. Namun lima di antaranya merupakan pemain yang sebelumnya sudah dipinjam.

Pembelian termahal mereka adalah Jesus Rodriguez dari Real Betis dengan nilai transfer sekitar 22,5 juta Euro. Sementara pada bursa transfer Januari, Como hanya menambah dua pemain baru dengan nilai transfer tertinggi sekitar 12 juta Euro.

Baca Juga:Pemkab Indramayu Intensifkan Betonisasi Jalan, Ruas Karangsinom–Gabuskulon dan Kedungdawa DirekonstruksiAPEMI Respons Tantangan Wamendes PDT untuk Susun Modul Budidaya Melon Nasional

Di balik perkembangan pesat tersebut, peran Cesc Fabregas sangat besar. Selain menjadi pelatih, mantan gelandang Spanyol itu juga merupakan pemegang saham minoritas Como bersama eks bintang Arsenal lainnya, Thierry Henry.

Nama Fabregas mungkin belum sepenuhnya bersinar sebagai pelatih seperti saat masih aktif bermain bersama Arsenal, Barcelona, Chelsea, Monaco, dan Timnas Spanyol. Namun kontribusinya dalam membangun Como sangat terasa. Perpaduan visi Fabregas dengan dukungan finansial serta komitmen Djarum Group yang kini disebut sebagai pemilik klub terkaya di Italia, membuat Como terus berkembang menuju level yang lebih tinggi.

Kisah Como bersama Fabregas dan Djarum kini mulai terasa seperti dongeng sepak bola modern. Namun, keberhasilan mereka bukan hasil instan, melainkan proses evolusi yang dilakukan secara konsisten hingga tampak seperti revolusi.

Musim depan, akan menjadi tantangan baru bagi Como. Jika benar tampil di kompetisi Eropa, baik Liga Europa maupun Liga Champions, mereka harus meningkatkan kualitas serta kedalaman skuad agar mampu bersaing di dua kompetisi sekaligus.

Karena itu, Como hampir dipastikan perlu mendatangkan pemain-pemain dengan reputasi lebih besar agar tetap kompetitif di Serie A dan Eropa. Jika proses perkembangan tersebut terus berjalan dengan arah yang tepat, bukan tidak mungkin suatu hari nanti Como akan berubah dari sekadar tim kejutan menjadi kandidat serius peraih gelar Liga Italia. (mid)

0 Komentar