APEMI Respons Tantangan Wamendes PDT untuk Susun Modul Budidaya Melon Nasional

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal
KEBERSAMAAN: Pengurus Asosiasi Petani Melon Indramayu (APEMI) bersama Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Ahmad Riza Patria foto bareng usai membahas pengembangan budidaya melon. Foto: IST/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Asosiasi Petani Melon Indramayu (APEMI) menanggapi tantangan dari Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) RI terkait penyusunan modul budidaya melon guna meningkatkan daya saing pertanian melon di tingkat nasional.

Tantangan tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Riza Patria saat menerima kunjungan para petani melon yang tergabung dalam APEMI di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Riza Patria mendorong para petani dan pembudidaya melon untuk menyusun kerangka modul budidaya melon yang dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam memulai usaha tani. Khususnya di sektor budidaya melon. Menurutnya, keberadaan modul tersebut dapat mendukung penguatan ekosistem ketahanan pangan, terutama di wilayah pedesaan.

Baca Juga:Rangka Depan Motor Patah, Damkar Indramayu Bantu EvakuasiArsenal Kokoh di Puncak Setelah Kalahkan Burnley, Gelar Liga Inggris Kian Dekat

Selain itu, perkembangan teknologi informasi digital yang semakin pesat dinilai dapat mempercepat transformasi teknologi pertanian. Sehingga lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua APEMI, Ryan Rudyana menyatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kemendes PDT RI dalam menyusun modul teknis budidaya melon.

“APEMI siap berkolaborasi bersama Kemendes PDT untuk membuat perencanaan program nasional disertai modul teknis budidaya dan perhitungan biaya investasi melon hidroponik yang dapat direplikasi di setiap kecamatan bahkan desa-desa di Indonesia hingga mampu menembus pasar internasional,” ujar Ryan, yang juga merupakan alumni Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Rabu (20/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wamendes PDT juga meminta para petani melon yang tergabung dalam APEMI untuk tidak khawatir mengenai skema permodalan. Pemerintah, kata dia, saat ini telah menyiapkan berbagai bentuk dukungan. Mulai dari hibah benih gratis hingga bantuan pembiayaan dengan bunga ringan.

Program dukungan tersebut terbuka untuk berbagai sektor pertanian, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga komoditas perkebunan lainnya.

Ryan menambahkan, selain meminta penyusunan modul budidaya, Ahmad Riza Patria juga menyampaikan kesiapan pemerintah dalam membantu persoalan permodalan. Bahkan, Wamendes mendorong agar setiap kecamatan memiliki area khusus budidaya melon sebagai sentra penyangga pasokan buah melon agar ketersediaannya tetap stabil.

0 Komentar