Langkah ini dinilai efektif memfasilitasi kebutuhan warga Kabupaten Cirebon yang berbatasan langsung dengan area kota. Penambahan alokasi kursi ini otomatis mengubah struktur daya tampung SMAN 6 Cirebon yang pada tahun-tahun sebelumnya menetapkan kuota reguler standar.
Kehadiran nomenklatur baru di jagat pendidikan Kota Cirebon sempat diprediksi akan merubah peta kompetensi sekolah. Penunjukan SMAN 2 Cirebon sebagai Sekolah Maung digadang-gadang mampu memecah konsentrasi pendaftar. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan arah berbeda.
Pangsa pasar pendaftar dinilai sudah terbentuk secara alami dari tahun ke tahun. Reputasi akademik dan kedekatan jarak rumah tetap menjadi variabel utama orang tua dalam memilih sekolah. Sekolah-sekolah unggulan lama tetap kebanjiran berkas administrasi calon siswa baru.
Baca Juga:Aktivitas Masjid Miftahul Jannah Pelopori Kurban Digital, Siap Wakafkan Sistem ke Seluruh IndonesiaSMA Telkom Sekar Kemuning Sudah Siapkan 5 Ruang Kelas
Pendaftar yang tidak lolos penyaringan di Sekolah Maung langsung mengalihkan sasarannya ke sekolah alternatif terdekat. SMAN 6 Cirebon dan SMAN 1 Cirebon menjadi dua penampung utama limpahan berkas dari para pemburu sekolah favorit tersebut.
Lily menegaskan bahwa status baru sekolah lain tidak memberikan dampak penurunan minat yang berarti bagi SMAN 6 Cirebon. Sekolahnya tetap mengalami kelebihan beban pendaftaran sejak hari-hari pertama peladen daring diaktifkan. “Sebenarnya tanpa ada Sekolah Maung pun kita tetap banyak yang berminat. Akhirnya tetap pilihnya antara SMAN 6 dan SMAN 1 seperti itu sih,” tutur Lily, menganalisis kecenderungan pilihan pendaftar.
Statistik pada sistem aplikasi memperkuat fakta tersebut. Jumlah akun yang melakukan pengiriman berkas (submit) terus merangkak naik secara signifikan. Hingga pertengahan pekan ini, peladen lokal telah mengunci ratusan data pendaftar baru yang siap divalidasi. Tercatat ada 553 pendaftar yang sudah masuk ke dalam sistem verifikasi SMAN 6 Cirebon per Rabu pagi (3/6/2026).
Padahal, garis waktu pelaksanaan pendaftaran masih menyisakan waktu hingga 8 Juni 2026. Penumpukan berkas di hari-hari terakhir diprediksi akan melahirkan angka kompetensi yang semakin ketat.
JENJANG SMP
Fenomena ketatnya persaingan akibat keterbatasan bangku juga terjadi di jenjang pendidikan dasar. SMP Negeri 1 Cirebon mematangkan persiapan teknis menjelang pembukaan pendaftaran reguler pada pertengahan Juni. Struktur pembagian kuota di sekolah ini menempatkan jalur domisili sebagai porsi terbesar.
