RADARCIREBON.ID- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP di Kota Cirebon dimulai serentak, Kamis (18/6/2026). Seperti halnya SMA, hiruk-pikuk orang tua wali murid juga ramai di sejumlah SMPN di Kota Cirebon.
Pantauan di SMPN 11 Kota Cirebon, pendaftaran Tahap 1 berjalan mulus sejak pagi hingga pelayanan tatap muka ditutup. Kekhawatiran panitia dan orang tua siswa terkait gangguan jaringan tidak terbukti. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap diwarnai masalah server down.
Panitia bergerak cepat sejak gerbang dibuka pukul 08.00 WIB. Orang tua siswa yang hadir di SMPN 11 langsung diarahkan menuju ruang pendaftaran dan verifikasi fisik berkas. Sekolah menyediakan fasilitas asistensi langsung bagi wali murid yang gagap teknologi atau belum memahami pendaftaran digital berbasis daring penuh.
Baca Juga:Fokus Dalam Negeri, Batal ke Kazan, Mensesneg Ungkap Alasan Prabowo Tidak Hadiri KTT ASEAN-RusiaMemantau SPMB Jawa Barat 2026, Kuota PCMB Ludes, Sekolah Favorit Tutup Pendaftaran Tahap 1
Ketua SPMB SMPN 11 Kota Cirebon, Wahyu Eko Purnomo SPd menegaskan kelancaran hari pertama menjadi modal penting tahapan berikutnya. Jaringan dinilai sangat stabil dibanding pelaksanaan tahun lalu.
“Alhamdulillah dari pagi lancar. Tidak ada gangguan. Sampai jam 2 siang ini masih belum ada kendala,” ujar Wahyu Eko saat ditemui di lokasi pelayanan, Kamis (18/6/2026).
Evaluasi tahun lalu terbukti efektif. Menurut data panitia, server pendaftaran tahun lalu sempat lumpuh total sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB akibat lonjakan trafik di jam-jam pertama. Sistem baru pulih pukul 14.00 WIB setelah diperbaiki tim teknis dinas terkait. Kondisi darurat tersebut tidak terulang pada pembukaan pendaftaran tahun 2026 ini.
Kondisi ruang operator terpantau sangat kondusif. Para orang tua siswa duduk berhadapan dengan petugas operator sekolah. Petugas berpakaian batik fokus memverifikasi dokumen persyaratan dan menginput data ke laptop. Di meja lain, suasana tampak tertib. Petugas dengan sigap melayani orang tua yang membawa berkas fisik calon siswa. Interaksi tenang dan teratur di meja pendaftaran mempercepat durasi pelayanan per siswa, sehingga mencegah penumpukan antrean di dalam ruangan.
Arus kedatangan pendaftar di hari pertama mengalir perlahan dan belum mengalami lonjakan drastis. Berdasarkan data rekapitulasi berkas masuk hingga pukul 14.00 WIB, jumlah pendaftar terverifikasi mencapai 18 orang. Banyak orang tua memilih memantau pergerakan kuota dan menguji stabilitas sistem terlebih dahulu di hari pembukaan.
