RADARCIREBON.ID – Perkembangan teknologi kian cepat. Mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari dunia pendidikan hingga sektor ekonomi digital.
Utamanya, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang makin banyak digandrungi. Perubahan teknologi itu juga mampu membuka peluang di sektor ekonomi digital.
Menyikapi perubahan tersebut, PCNU Kabupaten Cirebon mendorong warga NU atau nahdliyin untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menguasai dan memanfaatkannya secara produktif.
Baca Juga:Promo Hemat di Lionsport Billiard Peringati HAN 2026, Ajak Pelajar Lestarikan Seni Lukis Kaca Khas Cirebon
Demikian disampaikan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani Amin saat membuka kegiatan Madrasah AI Future Skills: Pelatihan Afiliator TikTok Berbasis AI dan Pemanfaatan Kecerdasan Buatan untuk Pendidikan yang digelar Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PCNU Kabupaten Cirebon bersama Proyek Sosial Kader PMK NU Cirebon Raya Kelompok Dua di Gedung PCNU Kabupaten Cirebon, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, perkembangan AI berlangsung sangat cepat dan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, masyarakat, khususnya warga NU, dituntut mampu membaca perubahan zaman agar tidak tertinggal dalam persaingan di era digital.
“Warga NU harus mampu memanfaatkan AI secara tepat untuk mendukung pendidikan, memperkuat literasi, hingga membuka peluang ekonomi digital,” ujar Kang Wawan –sapaan akrab Rois Syuriah.
Ia menilai, kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan daya saing.
Di tengah transformasi digital, warga NU harus mampu memahami dan memanfaatkan teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
Meski demikian, kang Wawan mengingatkan, bahwa penguasaan teknologi tidak boleh hanya berfokus pada aspek teknis.
Baca Juga:STMIK IKMI Cirebon Jadi Motor Kolaborasi Riset dan Inovasi DaerahDari Acara Peringatan Hari Jadi ke-47 RSUD Arjawinangun
“Pemanfaatan AI harus dibarengi dengan pemahaman nilai, tujuan, dan orientasi yang jelas agar teknologi benar-benar menjadi sarana pemberdayaan,” katanya.
Ia pun mengaitkan perkembangan teknologi dengan tradisi keilmuan Islam. Menurutnya, dalam khazanah keilmuan terdapat konsep maddah sebagai sarana dan thariqah sebagai metode. Namun, di atas keduanya terdapat unsur yang lebih penting, yakni al-mu’allim atau pendidik.
“Pendidik memiliki peran paling menentukan karena menjadi pihak yang mengarahkan bagaimana sarana dan metode digunakan,” jelasnya.
