RADARCIREBON.ID- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun menghadapi berbagai tantangan di usianya ke-47 tahun. Mulai dari perubahan regulasi, sistem pembiayaan, hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap mutu pelayanan.
Perubahan ini menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit dalam menyusun strategi pengembangan ke depan.
Direktur RSUD Arjawinangun, dr Bambang Sumardi MARS mengatakan, peringatan hari jadi ke-47 bukan sekadar momentum seremonial, melainkan ajang refleksi untuk memperkuat kesiapan rumah sakit menghadapi perubahan lingkungan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Baca Juga:Hiburan dan Promo Meriahkan Hajatan FIFGROUP Maidea Hariyanindita, Lulusan Terbaik Pesantren Al Hikmah
“Harus kita akui, dalam beberapa tahun terakhir rumah sakit dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan kebijakan dan regulasi pemerintah,” ujar Bambang kepada Radar Cirebon, usai memperingati HUT ke-47 RSUD Arjawinangun, Senin (22/6).
Alhasil, kata Bambang, sistem pembiayaan layanan kesehatan yang berdampak langsung terhadap operasional rumah sakit. Di sisi lain, masyarakat kini semakin kritis dan memiliki harapan yang lebih tinggi terhadap kualitas layanan kesehatan.
Termasuk perubahan pola penyakit dan kebutuhan pelayanan juga menuntut rumah sakit untuk terus beradaptasi agar tetap relevan dan mampu memberikan pelayanan terbaik.
“Perubahan yang terjadi di luar harus diimbangi dengan penyesuaian dari dalam institusi. Rumah sakit harus mampu beradaptasi agar tetap dapat memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” terangnya.
Kata Bambang, sebagai langkah strategis, manajemen RSUD Arjawinangun tengah melakukan penataan sistem pelayanan untuk menciptakan layanan yang lebih responsif, terintegrasi, dan konsisten.
“Harapannya, dapat meningkatkan kenyamanan pasien sekaligus memperkuat kualitas pelayanan secara menyeluruh,” paparnya.
Selain itu, transformasi digital menjadi salah satu fokus utama pengembangan rumah sakit. RSUD Arjawinangun telah mulai menerapkan berbagai sistem digital, termasuk pengurangan penggunaan dokumen fisik melalui konsep paperless.
Baca Juga:Kepemilikan SLO dan Pertek Masih RendahDPRD Cirebon Desak Pemkab Segera Terbitkan Perbup Pajak Mamin
“Langkah digitalisasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada pasien,” imbuhnya.
Saat ini, RSUD Arjawinangun pun tengah membiayai pendidikan lanjutan bagi sejumlah tenaga medis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.
Bambang juga menegaskan, pihaknya juga akan terus melanjutkan berbagai program transformasi yang telah berjalan.
