Resmikan Gedung Baru, Manba'ul Huda Lepas Generasi Santri Penghafal Al-Qur'an

Ist 
WISUDA TAHFIDZ: Madrasah Mu\'allimin Mu\'allimat Manba\'ul Huda Sidaraja menggelar Haflah Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz ke-2 yang dirangkaikan dengan peresmian gedung baru SMA IT Manba\'ul Huda. 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Manba’ul Huda Sidaraja menandai akhir tahun pendidikan dengan menggelar Haflah Akhirussanah dan Wisuda Tahfidz ke-2 di kompleks Pondok Pesantren Manba’ul Huda Kuningan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peresmian gedung kelas baru SMA IT Manba’ul Huda.

Ratusan santri, wali santri, alumni, dewan guru, serta tokoh masyarakat memadati lokasi acara sejak pagi hari. Haflah yang berlangsung khidmat itu menjadi ajang apresiasi atas capaian para santri dalam bidang akademik maupun keagamaan selama satu tahun terakhir.

Baca Juga:Gen Z Jadi Sasaran Empuk Radikalisme di Media Sosial, Diskominfo Kuningan Angkat AlarmPemotor Tewas Setelah Bertabrakan dengan Truk di Kalimanggis

Selain melepas santri kelas akhir, madrasah juga mewisuda puluhan santri yang berhasil menyelesaikan hafalan pada berbagai cabang tahfidz dan kitab, mulai dari Syair Syahadatain, Matan Jurmiyah, Hadits Arbain, Nadzam Alfiyah Ibnu Malik, Nadzam Istiarah hingga Tahfidz Juz‘Amma.

Sebelum prosesi wisuda dimulai, jajaran yayasan meresmikan gedung kelas baru SMA IT Manba’ul Huda melalui pemotongan pita. Kehadiran fasilitas baru tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sarana pendidikan, untuk menunjang proses belajar mengajar yang semakin optimal.

Kepala SMA IT Manba’ul Huda, Ato Sugiarto mengatakan, pembangunan gedung baru merupakan bentuk komitmen lembaga dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi para siswa dan tenaga pendidik.

“Peningkatan sarana pendidikan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga mutu pembelajaran, baik dalam bidang akademik maupun pembentukan karakter dan keagamaan santri,” ucapnya.

Pada sesi inti, para santri menerima sertifikat Tahfidz Mutun dan Tahfidz Juz‘Amma. Panitia juga menghadirkan uji publik hafalan di atas panggung sebagai bentuk pembuktian kemampuan para wisudawan di hadapan orang tua dan tamu undangan.

Sejumlah santri berhasil meraih predikat terbaik pada masing-masing cabang hafalan, menunjukkan kesungguhan mereka dalam menempuh pendidikan berbasis pesantren yang memadukan tradisi keilmuan Islam dengan pendidikan formal.

Dalam tausiyahnya, Sesepuh Yayasan Manba’ul Huda, KH Asep Ubaidillah mengingatkan, bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari kepemilikan ijazah. Menurutnya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mampu membentuk pribadi yang tawadhu, berakhlak baik, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

0 Komentar