Jelang Liburan Mobilitas Transportasi Dijaga, Pertumbuhan Ekonomi Dipacu

Jelang Liburan Mobilitas Transportasi Dijaga
STIMULUS: Menhub Dudy Purwagandhi mengatakan stimulus ekonomi melalui sektor transportasi untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap terjangkau sekaligus mendorong perputaran ekonomi nasional. FOTO: KEMENHUB
0 Komentar

Selain itu, Menhub juga mendorong hadirnya kawasan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Sudirman yang akan menghubungkan enam moda transportasi utama Jakarta dalam satu kawasan. Keenam moda tersebut yakni KRL, LRT Jakarta, Kereta Bandara, LRT Jabodebek, MRT, dan TransJakarta. Kehadiran simpul integrasi ini diharapkan memperkuat mobilitas warga Jakarta dan membuat perpindahan antarmoda menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.

“Kami berharap Jakarta akan terkoneksi secara lebih luas lagi dengan adanya TOD Stasiun Sudirman ini. TOD ini akan menghubungkan semua moda transportasi utama di Jakarta sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh wilayah DKI Jakarta dengan mudah,” ujar Dudy, dilansir dari rilis Kemenhub.

Kemenhub juga memberi perhatian pada peningkatan elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang saat ini menjadi salah satu koridor dengan penumpang padat. Program ini disiapkan untuk menambah kapasitas layanan agar rangkaian kereta yang lebih panjang dapat segera dioperasikan demi mengurangi kepadatan dan memperbaiki headway.

Baca Juga:Koperasi Masih Terkendala Lahan, di Kesambi Menyempil di Sudut Lampu MerahKendala Pembangunan  Koperasi Desa Merah Putih, Takut Hukum, Anggaran Tak Kunjung Cair

Sementara, untuk periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027, Kemenhub bersama para pemangku kepentingan juga menyiapkan stimulus lanjutan di sektor transportasi. Skema yang disusun mencakup diskon kereta api ekonomi, angkutan laut, dan penyeberangan dengan total estimasi manfaat bagi 1.647.435 penumpang dan 467.118 kendaraan.

Melalui rangkaian stimulus dan pembangunan infrastuktur transportasi tersebut, Kemenhub menegaskan komitmennya untuk menghadirkan transportasi yang lebih inklusif, terjangkau, dan terkoneksi. Kebijakan ini sekaligus diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat serta memperbaiki layanan mobilitas di Jakarta dan daerah lainnya. (rys/hh/gt/fm)

0 Komentar