Untuk menunjang kenyamanan belajar, setiap ruang kelas telah dilengkapi dua kipas angin. Sekolah juga memperbolehkan siswa membawa kipas portabel dari rumah. Selain menghadapi penambahan jumlah siswa, sekolah juga masih banyak menerima kunjungan orang tua yang kesulitan mengikuti proses pendaftaran daring.
Sri bilang, pada hari-hari awal pendaftaran masih banyak orang tua datang membawa berkas fisik ke sekolah. Sebagian bahkan belum memahami bahwa seluruh dokumen harus diunggah dalam bentuk file digital. “Bahkan ada yang masih bertanya scan itu apa,” ungkapnya.
Karena itu, sekolah menugaskan sejumlah guru sebagai petugas penerima tamu untuk mendampingi calon pendaftar sejak tahap awal. Mereka membantu menginstal aplikasi pemindai dokumen, mengajarkan cara mengubah berkas menjadi format PDF, hingga proses unggah dokumen ke sistem pendaftaran. “Banyak masyarakat yang masih sangat awam terhadap proses digital ini,” imbuhnya.
Baca Juga:Jelang Liburan Mobilitas Transportasi Dijaga, Pertumbuhan Ekonomi DipacuKKMP Kesambi: Bekas Perpustakaan, Harga yang Ditawarkan Relatif Terjangkau
Di SMAN 6 Cirebon, tambahan kuota pada Tahap II juga mulai dibuka. Sekolah menyediakan 29 kursi jalur domisili dan 12 kursi jalur KETM atau total 41 kursi. Padahal sebelumnya seluruh kuota penerimaan pada Tahap I telah terpenuhi.
Kepala SMAN 6 Cirebon, Lina Herlina menjelaskan, sekolahnya memiliki daya tampung awal sebanyak 462 siswa dan seluruhnya telah terisi melalui proses PCMB maupun SPMB Tahap I. Sebanyak 139 calon peserta didik telah melakukan daftar ulang pada Tahap I pada 26 dan 29 Juni.
Meski seluruh kuota awal telah terpenuhi, SMAN 6 tetap membuka Tahap II setelah muncul tambahan kuota dari sistem sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Peserta yang diterima pada Tahap II dijadwalkan melakukan daftar ulang pada 13-14 Juli 2026.
Dengan dibukanya Tahap II, calon peserta didik yang belum lolos pada PCMB maupun SPMB Tahap I masih memiliki kesempatan untuk memperebutkan kursi yang tersedia di SMA negeri Kota Cirebon melalui jalur-jalur yang kembali dibuka. (*)
