Memantau SPMB Tahap II SMA Negeri di Kota Cirebon, Tambah Ratusan Kursi Sesuai Kebijakan Pemprov

SPMB Tahap II SMA Negeri di Kota Cirebon
KONSULTASI: Suasana ruang SPMB SMAN 8 Cirebon kemarin (30/6/2026). Tampak seorang ibu dan anaknya melakukan konsultasi berkaiatan dengan SPMB Tahap II. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap II resmi dibuka mulai Senin kemarin (30/6/2026). Sejumlah SMA negeri di Kota Cirebon kembali membuka pendaftaran untuk mengisi sisa kuota sekaligus menampung tambahan kapasitas siswa yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tambahan kuota tersebut tersebar di berbagai jalur, mulai domisili, Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), Murid Berkebutuhan Khusus (MBK), hingga Calon Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI).

Di SMAN 3 Cirebon, kuota yang dibuka pada Tahap II mencapai 92 kursi. Jumlah tersebut berasal dari sisa kuota beberapa jalur ditambah tambahan kapasitas rombongan belajar (rombel).

Baca Juga:Jelang Liburan Mobilitas Transportasi Dijaga, Pertumbuhan Ekonomi DipacuKKMP Kesambi: Bekas Perpustakaan, Harga yang Ditawarkan Relatif Terjangkau

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua SPMB SMAN 3 Cirebon, Asep Suhendar menjelaskan, kuota yang tersedia terdiri atas delapan kursi jalur CIBI, 10 kursi MBK, 19 kursi afirmasi KETM, dan 44 kursi domisili. Selain itu masih terdapat sisa kuota jalur prestasi akademik yang belum terisi pada Tahap I. “Total yang dibuka pada Tahap II sebanyak 92 kursi,” ujarnya kepada Radar Cirebon, kemarin (30/6/2026).

Asep menambahkan, tambahan kuota tersebut merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan daya serap lulusan SMP ke sekolah negeri. Sebelumnya satu rombel diisi 36 siswa. Kini kapasitas maksimal bertambah menjadi 42 siswa per kelas.

Meski jumlah rombel tidak berubah, sekolah harus menyesuaikan sarana belajar. Setiap ruang kelas ditambah enam meja dan enam kursi untuk mengakomodasi tambahan siswa. “Rombel tetap, hanya jumlah siswanya yang bertambah menjadi 42 orang,” katanya.

Pada hari pertama pembukaan Tahap II, jumlah pendaftar mulai bertambah. Hingga Senin pagi kemarin, jalur domisili telah diikuti 22 pendaftar, jalur KETM enam pendaftar, dan jalur CIBI empat pendaftar. Asep menegaskan, peserta yang mengikuti Tahap II merupakan calon siswa yang belum berhasil lolos pada PCMB maupun SPMB Tahap I.

Selain itu, SMAN 3 juga membuka kuota khusus MBK sebanyak 10 kursi. Kuota tersebut diperuntukkan bagi peserta didik penyandang disabilitas, baik tunanetra maupun penyandang disabilitas fisik lainnya. “Kuota ini disediakan agar seluruh calon peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama,” tuturnya.

Sementara itu, SMAN 8 Cirebon membuka kuota Tahap II sebanyak 71 kursi. Jumlah tersebut berasal dari sisa kuota tahap sebelumnya, tambahan daya tampung, kuota wilayah penyangga, serta pengganti peserta yang mengundurkan diri.

0 Komentar