Pertamax Sepi, Pertalite Mengular, Sudah Berhari-hari Terjadi di Cirebon

Pertalite Mengular, Sudah Berhari-hari Terjadi di Cirebon
MENGULAR: Antrean kendaraan roda dua di jalur pengisian Pertalite mengular di SPBU Tegalsari, Plered, Kabupaten Cirebon, Selasa (30/6/2026). Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax membuat pengendara banyak yang beralih ke Pertalite. Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Dalam beberapa hari terakhir ini semakin banyak keluhan masyarakat Cirebon soal sulit membeli Pertalite di SPBU-SPBU di Cirebon. Warga harus antre panjang. Kondisi itu terjadi sejak harga Pertamax naik beberapa waktu lalu.

Mereka yang semula masih mau membeli Pertamax dan menghindari antrean di jalur Pertalite, kini ikut antre Pertalite.Kondisi tersebut masih terjadi hingga saat ini. Antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite terpantau mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan pantauan Radar Cirebon di SPBU 34.451.65 Tegalsari, Kecamatan Plered, puluhan pengendara sepeda motor tampak mengantre di jalur pengisian Pertalite.

Baca Juga:Jelang Liburan Mobilitas Transportasi Dijaga, Pertumbuhan Ekonomi DipacuKKMP Kesambi: Bekas Perpustakaan, Harga yang Ditawarkan Relatif Terjangkau

Antrean kendaraan memanjang hingga mendekati pintu masuk SPBU. Sebaliknya, jalur pengisian Pertamax terlihat relatif lengang dan hanya diisi beberapa kendaraan. Pantauan serupa juga terlihat di SPBU 34.451.51 Kebarepan.

Antrean kendaraan roda empat mengular di jalur pengisian Bio Solar. Sementara itu, jalur pengisian Pertalite sempat ditutup karena stok habis. Di sisi lain, jalur pengisian Pertamax hanya dipadati beberapa pengendara sepeda motor.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Aripudin, mengaku selama ini menggunakan Pertamax. Namun, setelah harga BBM nonsubsidi itu naik, ia memutuskan beralih ke Pertalite agar pengeluaran untuk bahan bakar tidak semakin membengkak. “Sebelumnya isi Pertamax full tank paling habis sekitar Rp85 ribu. Sekarang bisa sampai Rp115 ribu lebih. Mau tidak mau saya pindah ke Pertalite,” ujarnya.

Pengendara lainnya, Abu Bakar, mengatakan antrean di jalur pengisian Pertalite kini semakin sering terjadi, terutama pada jam-jam sibuk. “Apalagi kalau pagi sebelum berangkat kerja dan sore setelah pulang kerja, antreannya cukup panjang,” katanya saat ditemui di SPBU Tegalsari Plered.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibandingkan sebelumnya. Ia mengaku hampir tidak pernah mengalami antrean panjang saat mengisi bahan bakar di SPBU.

Selain itu, Abu Bakar juga mengaku semakin jarang menemukan pedagang bensin eceran di pinggir jalan. Padahal, pedagang bensin eceran kerap jadi alternatif ketika antrean di SPBU terlalu panjang. “Biasanya kalau lihat antrean di SPBU panjang, saya lebih memilih cari pedagang bensin eceran. Tapi entah kenapa sekarang jarang tersedia. Kebanyakan sudah habis, banyak yang nyari Pertalite,” ujarnya.

0 Komentar